Daerah  

Plt. Bupati Langkat Pastikan Kebutuhan 719 KK Korban Banjir Besitang Terpenuhi

PASTIKAN : Pemerintah Kabupaten Langkat melalui BPBD, Dinas Sosial, jajaran kecamatan, desa, serta tenaga kesehatan memastikan kebutuhan warga terdampak banjir di Kecamatan Besitang terpenuhi. Kepastian itu disampaikan melalui koordinasi lintas sektor yang meliputi evakuasi, penyaluran bantuan logistik, dan pelayanan kesehatan, Senin (12/10/2026).(Foto dok/Ist).
banner 120x600
banner 468x60

BBSNews.id – Besitang- Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti, SH, memastikan kebutuhan warga terdampak banjir di Kecamatan Besitang terpenuhi. Kepastian itu disampaikan melalui koordinasi lintas sektor yang meliputi evakuasi, penyaluran bantuan logistik, dan pelayanan kesehatan, Senin (12/10/2026).

 

banner 325x300

Berdasarkan laporan sementara Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Langkat, banjir dipicu curah hujan tinggi yang menyebabkan Sungai Besitang meluap. Luapan air merendam sejumlah wilayah dengan ketinggian bervariasi. Desa Sekoci terendam 100–150 sentimeter, Desa Arasnapal 50–100 sentimeter, dan Kelurahan Kampung Lama 10–30 sentimeter.

 

Hujan deras yang sama juga berdampak di Kecamatan Salapian. Derasnya arus Sungai Salapian mengikis tanah penyangga jembatan di Desa Ujung Teran, sehingga tembok penahan tanah pondasi jembatan terdampak.

 

BPBD Langkat mencatat sebanyak 719 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di Kecamatan Besitang. Rinciannya, Dusun Sejambu 220 KK, Dusun Sidodadi 240 KK, Dusun Pantai Pulau 75 KK, Dusun Suka Ramai 114 KK, dan Dusun Sekoci 70 KK. Hingga laporan ini disampaikan, belum terdapat korban jiwa.

 

Untuk keselamatan warga, pengungsian dibuka di enam lokasi. Empat posko berada di Desa Sekoci yakni Posko Dusun Sekoci 40 KK, Posko Dusun Sidodadi 80 KK, Posko Dusun Suka Ramai 120 KK, dan Posko Dusun Sejambu 30 KK. Selain itu, sekitar 300 warga Kelurahan Kampung Lama mengungsi di Masjid Raya Besitang dan sekitar 70 warga Desa Sekoci mengungsi di madrasah Dusun Sekoci.

 

Kepala Pelaksana BPBD Langkat, Ansyari, menyampaikan hasil pantauan tim pada Senin sore, ketinggian air di Desa Sekoci mulai surut. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi perubahan kondisi.

 

Dalam penanganan darurat, BPBD Langkat berkoordinasi dengan pihak kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat untuk melakukan evakuasi dan pendataan. Personel juga disiagakan di Posko Pusdalops untuk memantau perkembangan situasi.

 

Dukungan logistik disalurkan secara bertahap. Pada Minggu (11/10/2026), BPBD menyalurkan 10 kotak mi instan, sembilan karung beras, dan satu kotak minyak goreng. Pada Senin (12/10/2026), kembali disalurkan 50 karung beras dan 50 kotak mi instan.

 

Pada hari yang sama, Dinas Sosial menyerahkan bantuan kepada Camat Besitang berupa 30 karung beras @10 kg, 30 kotak mi instan, 30 papan telur, 150 paket pakaian anak, 100 stel pakaian bayi, 200 potong pakaian dewasa, 75 selimut, 30 paket family kit, 30 paket kidsware, dua kotak makanan anak, tiga kotak makanan siap saji, 10 tenda gulung, dan dua unit tenda prisma.

 

Selain logistik, pelayanan kesehatan juga digerakkan. Puskesmas Besitang mengerahkan tenaga kesehatan secara mobile di lokasi pengungsian. Keluhan terbanyak yang ditemukan adalah batuk dan pilek.

 

Pelayanan di Desa Sekoci sempat terkendala distribusi obat karena akses jalan belum dapat dilalui. Untuk sementara, bidan Pustu menggunakan persediaan obat di rumahnya. Sebagian tenaga kesehatan yang turut terdampak banjir tetap memberikan pelayanan melalui pembagian tugas dengan Puskesmas Besitang yang beroperasi 24 jam.

 

Pemerintah Kabupaten Langkat melalui BPBD, Dinas Sosial, jajaran kecamatan, desa, serta tenaga kesehatan terus bersinergi untuk memastikan keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.(BB-2).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *