Daerah  

Aliansi Mahasiswa Unjukrasa Minta DPRD Awasi Kinerja Eksekutif dan Tindaklanjuti Kerangkeng  Manusia

banner 120x600
banner 468x60

BBSnews.id – Langkat – Aliansi  Mahasiswa dan  Rakyat  Bergerak   gelar unjukrasa   di DPRD   dan Kantor  Bupati Langkat  di Stabat ,Jumat (11/2/2022), menuntut agar DPRD mengawasi kinerja eksekuitf serta Pemkab  menindaklanjuti kasus kerangkeng manusia  milik Bupati Langkat non aktif.

Sintong Sinaga  selaku Presidium PMKRI Cab Medan St Bonaventura, selaku pimpinan aksi didampingi Caverianus Gea   menjelaskan  pasca terjadinya Operasi Tangkap Tangan (OTT)  terkait korupsi suap yang menyeret Bupati Langkat telah menciderai  kepercayaan masyarakat kepada Pemkab Langkat.

banner 325x300

Selain itu terkuaknya penjara manusia  yang diduga kuat salah satu  bentuk perbudakan  modern di Kabupaten Langkat, yang berdasarkan  penyelidikan Poldasu,  bahwasanya ada  tiga (3) korban  jiwa , kami menduga korban jiwa  terjadi akibat  pelanggaran HAM,sebutnya 

Untuk itu pengunjukrasa Aliansi Mahasiswa  menuntut , DPRD Langkat serius dalam mengawasi kinerja lembaga eksekutif  di Langkat   serta mendesak  DPRD Langkat mencopot Sribana  selaku Ketua DPRD Langkat. Karena dinilai menciderai lembaga DPR dengan perbuatannhya dinilai melanggar hukum, termasuk bila terbukti terlibat dalam pengelolaan di   Panti Rehabilitasi itu sebutnya.

“Kami juga meminta pernyataan sikap tegas dari DPRD Langkat terkait peristiwa yang terjadi saat ini ,”sebut Sintong Sinaga

Menyikapi pengunjukrasa itu ,anggota  Komisi A DPRD Langkat  Drs Pimanta Ginting dan Sadrak Manurung mengakui DPRD Langkat selama ini belum memberi sikap terkait peristiwa yang terjadi. Karena  menjaga azas praduga tidak bersalah mengingat penyidikan sedang berjalan . Namun demikian selaku wakil rakyat, pasti mendukung rakyat termasuk Komnas HAM yang sedang menangani kasus kerangkeng tersebut telah berkordinasi dengan DPRD Langkat.

Hal sama disebutkan Sadrak Manurung yang mengapresiasi kepedulian mahasiswa  namun perlu diketahui, saat ini penyidik baik Komnas HAM maupun Poldasu juga  sedang  melakukan pengusutan, sehingga tidak boleh pula, masyarakat  yang mendahului dari  penyidikan itu sendiri ,sebutnya.

Pimanta mengaku, sebagai wakil rakyat cukup koperatif termasuk menampung aspirasi masyarakat, terkait korban kerangkeng. Pimanta mengaku sebagai anggota DPRD Langkat belum ada pernah adamenerima pengaduan terkait pengaduan maupun korban terkait kerangkeng manusia milik Bupati yang baru diketahuinya telah berdiri selama 10 tahun ,bebernya.  

Para pengunjukrasa Aliansi selanjutnya mendatangi Kantor Bupati Langkat yang hanya berjarak puluhan meter dan pengunjukrasa sempat membakar ban persis depan gerbang  kantor Bupati Langkat. Pengunjukarasa akhirnya diterima oleh   Asisten Ekbangsos Pemkab Langkat  Drs Hermansyah.

Dalam pertemuan itu  mahasiwa meminta kepada Plt Bupati Langkat melalui Aisiten Ekbangsos Hermasnyah agar memberikan pernyataannya terkait kasus korupsi Bupati Langkat.

Selain itu, mahasiswa meminta agar Pemkab Langkat (Plt Bupati Langkat) memberikan kepastian dan jaminan hukum termasuk kemungkinan adanya  korban kerangkeng yang selama ini takut untuk mengadu. Namun  Asisten Ekbangsos  Hermansyah, tidak  memberikan jawaban sesuai yang diinginkan pengunjukrasa, sehingga akhirnya mahasiswa kecewa dan membubarkan diri dengan tertib.(BB-2).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *