BBSNews.id – Langkat – Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH secara resmi membuka Musyawarah Daerah (MUSDA) VIII Pengurus Daerah Masyarakat Adat Budaya Melayu Indonesia (PD MABMI) Kabupaten Langkat Tahun 2026 di Jentera Malay Rumah Dinas Bupati Langkat, Senin (11/5/2026).
MUSDA VIII mengusung tema “Meneguhkan Melayu Sebagai Bagian Sejarah Peradaban, Perjuangan dan Kemajuan Tanah Bertuah Negeri Beradat Kabupaten Langkat”. Tema tersebut menjadi semangat bersama untuk memperkuat eksistensi budaya Melayu sebagai identitas dan warisan masyarakat Langkat.
Kegiatan berlangsung khidmat dengan nuansa budaya Melayu. Hadir Ketua PB MABMI Prof. dr. OK Saidin, Ketua PKK PB GAMI T. Kharik Anwar, Karateker PW Sumut, unsur Forkopimda, Kepala Kantor Kemenag Langkat, Ketua MUI Langkat, Ketua Baznas Langkat, Ketua Alwashliyah, Ketua Dewan Kebudayaan Langkat, Ketua Dewan Adat, Majelis Kerapatan Adat, serta unsur penasehat PD MABMI Langkat.
Turut hadir para kepala perangkat daerah, Ketua TP PKK Langkat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, ketua organisasi berbagai etnis, dan tamu undangan lainnya.
Ketua panitia H. Hadi Ilham melaporkan, MUSDA VIII bertujuan memilih Ketua PD MABMI Langkat periode 2026–2031 menggantikan kepengurusan sebelumnya yang dipimpin dr. H. Indra Salahuddin. Peserta MUSDA berjumlah 27 orang yang terdiri dari 18 PC, 1 PD, 1 PW, dan 7 peserta peninjau.“Terima kasih kepada Bupati Langkat atas dukungannya sehingga MUSDA ini dapat terselenggara dengan baik,” ujar Hadi Ilham.
Ketua PD MABMI periode sebelumnya dr. H. Indra Salahuddin berharap kepengurusan baru mampu menjaga eksistensi budaya Melayu sekaligus memperkuat peran organisasi dalam menjaga adat dan nilai budaya daerah.
Ketua PB MABMI Prof. dr. OK Saidin menegaskan pentingnya pelestarian adat dan budaya Melayu di tengah perkembangan zaman. Ia mengapresiasi Pemkab Langkat yang terus mendukung kegiatan budaya dan organisasi kemelayuan.Dalam sambutannya,
Bupati Syah Afandin menyebut MABMI memiliki peran strategis menjaga marwah budaya Melayu sebagai identitas Langkat.“Budaya Melayu merupakan warisan leluhur yang harus terus dijaga dan dilestarikan.Pemerintah Kabupaten Langkat akan selalu mendukung upaya pelestarian adat dan budaya Melayu agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat,” tegasnya.
Bupati berharap MUSDA VIII melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa organisasi semakin maju, solid, dan berkontribusi pada pembangunan daerah. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, ia resmi membuka MUSDA VIII PD MABMI Langkat 2026.
Pada musyawarah tersebut, Muhammad Suhaimi, S.STP, M.SP terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PD MABMI Kabupaten Langkat periode 2026–2031. Terpilihnya Muhammad Suhaimi diharapkan mampu membuat PD MABMI Langkat semakin aktif menjaga, melestarikan, dan mengembangkan adat serta budaya Melayu di daerah.(BB-2).
















