BBSNews.id – Langkat – Lima dusun di Desa Pasar VI Kwala Mencirim, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut), kini giat mengumpulkan dan memilah sampah yang kemudian dikirim ke Bank Sampah “Sampah Itu Berharga (SIB)” yang terletak di tepi Jalan Raya Binjai – Namu Ukur,Langkat.
“Sampah yang kami terima kemudian ditimbang dan dicatat ke buku tabungan anggota. Saat ini ada sekitar 70 anggota nasabah aktif yang menerima atau mengumpulkan sampah dan sebagian besar penduduk desa yang memberikan manfaat pada 1500 KK.

Sampai dengan Mei 2022 – bank sampah telah mengumpulkan 1.3 ton sampah plastik dan 3.1 ton sampah non plastik,” ujar Muhammad Jamil (47 ) warga Desa Pasar VI Kwala Mencirim – yang saat ini berperan sebagai Ketua Bank Sampah SIB.
Ia pun menambahkan, “Pada umumnya anggota bank sampah mengambil tabungan dalam bentuk uang jelang hari raya Idul Fitri atau hari besar lainnya. Alhamdulillah, yang dulunya sampah itu dibuang dan mencemari lingkungan, sekarang setelah dikumpulkan mendatangkan manfaat ekonomi untuk masyarakat.
Dampak dari manfaat ekonomi yang dirasakan para anggota SIB itu membuat menjadikan lebih bersemangat mengumpulkan sampah dijual ke Bank Sampah Induk di Medan dan Deli Serdang. “Kami selalu mencari pengepul yang dapat memberikan harga yang baik. Dengan demikian kami dapat membagi hasil dengan baik pula kepada para anggota,” beber Muhammad Jamil penuh semangat.
Muhammad Jamil pun bercerita bahwa ia dan kawan-kawan tergerak menjalankan pengelolaan sampah itu, setelah ada sosialisasi dan pelatihan dari tim Pabrik AQUA Langkat yang dibantu Yayasan Source of Indonesia (SOI), sebagai mitra pelaksana pada 2019. Mereka kemudian diajak melihat dan mempelajari lebih jauh mengenai pengelolaan sampah di Bank Sampah Induk di Medan. Sejak 2020 hingga kini, mereka dapat menjalankan bank sampah secara mandiri dan hasilnya pun dirasakan para anggota kelompok.

“Sebenarnya Danone-AQUA telah menjalakan kegiatan pengumpulan kemasan plastik bekas dan daur ulang sejak tahun 1993 melalui Program AQUA PEDULI. Dari program kerjasama dengan mitra mengumpulkan botol bekas dari masyarakat. Sampah plastik tersebut kemudian mengalami proses pembersihan dan pencacahan yang kemudian dikirim ke pusat pengelolaan sampah plastik. Semenjak dimulainya program ini, industri daur ulang limbah plastik pun berkembang di Indonesia, karena botol plastik bekas telah mempunyai nilai ekonomi,” jelas Education and Upstream Packaging Manager Danone Indonesia Abdul Syam tentang sejarah pengelolaan sampah plastik oleh Danone-AQUA.
Abdul Syam melanjutkan, “Tantangan untuk Danone-AQUA yang menggunakan plastik sebagai kemasannya adalah bagaimana pengelolaan sampah dapat terus dijalankan dengan baik. Untuk itu pada Juli 2018, meluncurkan komitmen sekaligus gerakan #BijakBerplastik. #BijakBerplastik diturunkan dalam tiga pilar, yaitu pengumpulan sampah dari lingkungan, edukasi daur ulang ke masyarakat – termasuk di sekolah-sekolah, dan inovasi meningkatkan kandungan daur ulang dalam kemasan produk secara bertahap.”

Kini lingkungan Desa Pasar VI Kwala Mencirim pun jadi lebih bersih. “Tidak banyak sampah-sampah yang menutupi saluran air, karena banyak anggota masyarakat termasuk anak-anak sekolah yang mengumpulkan sampah dari saluran-saluran air. Ini merupakan manfaat untuk lingkungan sekitar kami yang kini jadi lebih baik,” kata Muhammad Jamil serta berharap dapat bekerjasama dengan desa-desa lain di Kecamatan Sei Bingai, sehingga pengelolaan sampah nantinya jadi lebih luas.
Bank Sampah SIB terus beroperasi dan dikelola secara mandiri. “Untuk mendukung kegiatan operasional mereka, selain terus memotivasi mereka, membantu jaringan, pengembangan kapasitas, kami mendatangkan satu mesin press plastik yang membuat kemasan plastik bekas yang telah terkumpul menjadi lebih ringkas dan mudah diangkut ke Bank Sampah Induk,” papar Stakeholder Relation Manager Pabrik AQUA Langkat Jimmi Simarangkir. “Selain itu Pabrik AQUA Langkat juga memfasilitasi kegiatan kelompok para ibu yang dapat memanfaatkan sachet bekas dari Bank Sampah SIB menjadi berbagai bentuk kerajinan yang menarik.”
Berbagai kegiatan dan inovasi pengelolaan sampah plastik terus dilakukan Danone-AQUA terkait dengan pengumpulan sampah plastik, edukasi tentang daur ulang, dan penggunaan kemasan daur ulang. Menyadari bahwa perubahan ini tidak dapat dilakukan sendiri, Danone-AQUA bangga bisa bekerja sama dengan banyak mitra dan asosiasi, termasuk H&M, Packaging Recycling Alliance for Indonesia Sustainable Environment (PRAISE), ADUPI, universitas, LSM dan mitra paling strategis, yaitu Pemerintah Indonesia. Agar target pengurangan 70% sampah di laut dapat dicapai, kami mengundang kolaborasi seluruh para pemangku kepentingan untuk menciptakan ekosistem daur ulang yang kuat agar tidak ada lagi plastik bekas yang terbuang ke lingkungan. (Red/BB).
















