Ragam  

Revitalisasi Wisata Rohani Salib Kasih Tarutung Menuju Destinasi Wisata Favorit

Catatan : Posma Simorangkir, S.Sos Wartawan BBSNews.id

PASKAH RAYA: Bupati Taput Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat dan Wakil Bupati Deni Lumbantoruan saat menghadiri Ibadah Paskah Raya Tapanuli Utara, yang banyak menarik pengunjung beberapa waktu lalu. (Foto dok/ Ist).
banner 120x600
banner 468x60

 

BBSNews.id – Tarutung – Salib Kasih yang merupakan icon Kota Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara, sebagai kota wisata rohani yang beberapa lama seakan lesu akibat minimnya kunjungan wisatawan.

banner 325x300

 

Belum jelas diketahui penyebab objek wisata tersebut seakan kurang memiliki “magnet” menarik minat wisatawan. Padahal belasan tahun lalu, Salib Kasih sempat menjadi tujuan wisata rohani favorit.

 

Berawal dari pelaksanaan ibadah rutin setiap hari Minggu yang dilayani denominasi gereja di Tapanuli Utara, membuat kunjungan wisatawan ke Salib Kasih tiada hentinya.

 

Pengunjung bukan hanya warga Tapanuli Utara atau Tapanuli secara umum, tapi meluas dari lingkup Sumatera Utara bahkan Sumatera dan Jawa.

 

Memang wisatawan yang berkunjung masih dari satu kelompok masyarakat yakni penganut agama Kristen. Namun dari penamaan dan fasilitas yang tersedia menjadikan sebagai destinasi wisata rohani khususnya umat Kristiani.

 

Pada masa puncak kejayaan Salib Kasih sebagai destinasi wisata, area parkir pada hari Sabtu dan Minggu maupun hari libur umum selalu penuh kendaraan. Bahkan bus-bus pariwisata yang mengangkut wisatawan banyak terparkir di jalan lintas Tarutung-Pahae.

 

Para pengunjung umumnya datang secara  rombongan semisal kelompok-kelompok koor gereja dan punguan-punguan marga serta komunitas dari kota-kota besar seperti Medan, Jakarta dan kabupaten/kota Pulau Sumatera.

 

Kunjungan keluarga dan pribadi-pribadi juga begitu banyak , sehingga suasana di kawasan Salib Kasih begitu ramai dan  semakin dikenal.

 

Dampak langsung dari tingginya kunjungan ke Salib Kasih, kala itu adalah terciptanya  suatu sumber pendapatan masyarakat dengan tumbuhnya UMKM di kawasan Salib Kasih berupa penjual souvenir dan makanan serta minuman.

 

Ada pula lapangan kerja baru sebagai tenaga foto grafer dan tukang parkir dan banyak tenaga kerja lainnya terkait pengelolaan  wisata Salib Kasih dan aktivitas lainnya di sekitar Salib Kasih.

 

Pada masa itu Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara secara rutin menyelenggaran even-even kerohanian di kawasan Salib Kasih hingga membuat keberadaab Salib Kasih sebagai destinasi wisata rohani terus menggema.

 

Berapa tahun terakhir ini Salib Kasih bukan lagi tujuan wisata yang mendapat kunjungan wisata menarik dari berbagai kota dan daerah. Walau pada hari Sabtu atau hari Minggu sekalipun, jumlah pengunjung hanya dapat dihitung dengan jari.

Area parkir yang tadinya dipenuhi kendaraan, perlahan semakin tahun  semakin kosong melompong bahkan sudah ditumbuhi semak-semak akibat tidak pernah dilindas kendaraan.

 

Pemkab Taput Gelar Kegiatan dan Revitalisasi

Kini Salib Kasih mulai terus menggeliat sebagai destinasi wisata melalui even yang diselenggarakan Salib Kasih. Bukan tidak mungkin,  dengan dukungan Bupati dan Wakil Bupati Taput yang baru ,Salib Kasih yang sempat dikenal sebagai ikon destinasi wisata rohani kristiani kembali terpavorit.

 

Tercatat di bulan April 2025 ini Pemkab Taput dibawah pimpinan Bupati Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat dan Wakil Bupati Deni Lumbantoruan yang dilantik 20 Pebruari 2025 telah melaksanakan enam (6) kali kegiatan di Salib Kasih.

 

Adapun kegiatan tersebut yakni gotong royong dan penanaman pohon, senam massal, pawai obor paskah, ibadah paskah kabupaten Tapanuli Utara, konser paduan suara paskah raya dan ibadah paskah raya napak tilas nasional.

 

Kegiatan tersebut bertujuan mendorong kembali Salib Kasih sebagai destinasi wisata rohani yang kini semakin mendapat kunjungan wisatawan.

 

Program pemimpin Taput periode 2025-2030 ini ternyata mendapat antusias masyarakat dan terlihat dari respon serta dukungan keikutsertaan masyarakat dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan.

 

Dalam suatu kesempatan, Wakil Bupati Taput mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara ingin mengembangkan dan merevitalisasi Kawasan Salib Kasih secara fokus.

 

Usaha ini diharapkan akan memberikan dampak positif yang luas, tidak hanya dari sisi pariwisata tetapi juga terhadap pemberdayaan masyarakat lokal.

 

Revitalisasi Salib Kasih yang dilakukan secara terencana akan memperkuat identitas budaya dan spiritual masyarakat. Sebagai simbol penghormatan terhadap misionaris Dr. Ingwer Ludwig Nommensen. Situs ini memiliki nilai edukatif dan inspiratif bagi generasi muda, terutama dalam menanamkan semangat pelayanan, pengorbanan, dan nilai-nilai kemanusiaan.

 

Kawasan ini juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang refleksi, tempat perenungan spiritual, serta lokasi pelatihan karakter dan kegiatan sosial keagamaan. Dengan pendekatan yang holistik, Salib Kasih diharapkan dapat tumbuh tidak hanya sebagai tempat wisata, tetapi juga sebagai pusat pemersatu nilai iman, budaya, dan semangat kemajuan Tapanuli Utara. (**)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *