PPK PUPR: Kelalaian Penyedia Jasa dan Adanya Wanprestasi Penyebab Keterlambatan Jembatan Sei Wampu
BBSNews.id – Langkat – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat, H Syah Afandin SH berkoordinasi dengan Kementerian PUPR terkait proyek pembangunan jembatan Sei Wampu Kecamatan Stabat serta perbaikan Jalan lintas Sumatera di Kabupaten Langkat.
Proyek pembangunan jembatan Sei Wampu ,Stabat dimulai pengerjaan pada 2016 lalu hingga kini sudah 5 tahun lebih belum rampung dan kembali dimulai pembangunannya dan direncanakan rampung diakhir tahun 2022.

Hal itu disampaikan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara, melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) saat melakukan audiensi dengan Plt Bupati Langkat, di Ruang VIP Kantor Bupati Langkat, Stabat, Selasa (22/3/2022).
Dalam kesempatan itu Plt Bupati Langkat mengucapkan terimakasih atas respon pihak Kementerian PUPR, dari hasil koordinasi dan loby pihaknya dengan BBPJN Sumut untuk segera menyelesaikan pembangunan jembatan yang menghubungkan jalan lintas Sumut-Aceh.

“Terimakasih banyak atas respon cepat BBPJN Sumut dan prioritas yang diberikan oleh Kementerian PUPR,” sebutnya.
Afandin juga menjelaskan, bahwa Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) khususnya jalan dari Tanjung Pura menuju Stabat kini dalam proses perbaikan, sehingga lubang-lubang yang ada sedang dalam proses penambalan.
Sementara PPK 4.1 Kementerian PUPR, Munawar menjelaskan, kehadiran pihaknya bertujuan menyampaikan tiga proyek rencana perbaikan dan pembangunan Jalinsum Tahun Anggaran 2022 di Kabupaten Langkat.

Tiga Proyek Nasional di Langkat
Adapun ketiga proyek nasional diantaranya, 1.Melanjutkan pekerjaan jembatan Sei Wampu, ditargetkan rampung pada akhir tahun 2022.2. Proyek reguler pemeliharaan jalan lintas Sumatera, sedang berjalan. 3.Kontrak multi years 2 tahun anggaran, menggunakan alokasi dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), dengan pagu sebesar Rp 173 miliar, untuk rehab (Lapis ulang) jalan lintas sepanjang 39,5 kilometer, dari Besitang batas Provinsi Aceh, Tanjung Pura, dan Lingkar Luar Binjai.
“Saat ini hal itu (poin ketiga-red) masih dalam proses lelang LPSE Kementerian PUPR, semoga lelang dapat berjalan lancar sehingga pembangunan dapat direalisasikan pada tahun ini” terangnya berharap.
Persetujuan Proyek Hasil Desakan Pemkab
PPK 4.1 Munawar mengakui, persetujuan proyek hasil tersebut hasil desakan Pemerintah kabupaten Langkat melalui kepala daerah dalam upaya menjemput bola, sebagai bentuk perhatian dan tanggung jawab selaku kepala daerah terhadap masyarakatnya.
Sedangkan pelaksanaan reguler perawatan jalan raya, di prioritaskan dalam upaya menutup lubang, sebelum memasuki langkah peningkatan kapasitas atau perbaikan jalan secara utuh, ditargetkan rampung sebelum lebaran tiba.
Menanggapi progres pembangunan jembatan Sei Wampu yang juga merupakan salah satu rencana strategis Kementrian PUPR, Munawar mengatakan proyek tersebut saat ini berjalan dalam kontrak ketiga yang ditargetkan rampung akhir tahun 2022.
Jembatan Sei Wampu Model Lengkung Pertama di Sumut
Munawar, kembali menjelaskan keterlambatan pembangunan jembatan Sei Wampu akibat terjadinya kelalaian penyedia jasa serta adanya wanprestasi, serta utamanya tingkat kesulitan pada pemasangan lengkung rangka jembatan.
“Sepertinya ini nanti juga menjadi salah satu ikon (land mark) di Langkat, karena jembatan Sei Wampu pertama di Sumatera Utara yang menggunakan model lengkung,”ungkapnya.
Munawar berharap peran serta dan dukungan pemerintah daerah dalam upaya pembebasan lahan, guna mempermudah pembangunan jembatan Sei Wampu, dan jembatan darurat pengganti untuk pembangunan penggantian jembatan CH Tanjung Pura pada tahun depan. (BB-2).
















