BBSNews.id – Langkat – Ribuan rumah di lima kecamatan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara terendam banjir. Banjir terjadi menyusul hujan dengan intensitas tinggi yang turun terus menerus sejak Minggu dinihari hingga Senin pagi (6-7/9/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Langkat melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Iriadi, MKes mengatakan, banjir juga diperparah dengan pasang tinggi air laut di muara sungai sehingga air tidak dapat mengalir ke laut dan meluap ke daratan.
“Banjir di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang akibat curah hujan intensitas tinggi terus menerus sejak Minggu 6 September 2026 pukul 05.30 WIB. Kondisi ini diperparah pasang tinggi air laut di muara sungai,” sebut Iriadi, Senin petang (7/9/2026).
Di Desa Sekoci Kecamatan Besitang, 3 dusun terendam dengan total 520 KK. Rinciannya Dusun Sidodadi 190 KK dengan ketinggian air 30-60 cm, Dusun P. Pulo 170 KK dengan ketinggian 25-75 cm, dan Dusun Sei Jambu 160 KK dengan ketinggian 30-60 cm. Sebanyak 20 KK mengungsi di Madrasah Desa Sekoci.
Selain Besitang, banjir juga melanda 4 kecamatan lainnya berdasarkan data Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) Kabupaten Langkat.
BANJIR: Tampak rumah milik warga di Desa Sekoci Kecamatan Besitang yang terendam banjir. (Foto dok/ BPBD Lkt)..
Di Kecamatan Batang Serangan Desa Sei Bamban terdampak 840 KK dengan ketinggian air 30 cm – 1 meter. Kecamatan Sawit Seberang Desa Alur Gadung terdampak 630 KK dengan ketinggian 30-60 cm.
Kemudian Kecamatan Padang Tualang Desa Tebing Tanjung Selamat terdampak 728 KK dengan ketinggian 30-70 cm. Dan Kelurahan Pekan Tanjung Pura, Kecamatan Tanjung Pura terdampak 480 KK dengan ketinggian 30-70 cm.
Total sementara terdapat 3.198 KK yang terdampak banjir di 5 kecamatan tersebut.
Iriadi mengatakan, Tim BPBD Langkat telah turun ke lokasi membawa logistik, sembako dan perahu untuk membantu evakuasi.
“Tidak ada korban jiwa. Kondisi banjir di Desa Sekoci sudah mulai surut dan pengungsi kembali ke rumah masing-masing,” ujarnya.
Ia mengimbau warga tetap waspada dan siap-siap evakuasi sewaktu-waktu, terlebih jika hujan kembali terjadi, sebutnya. (BB-2).
















