Daerah  

Mahasiswa Cipayung Unjukrasa Kantor Bupati Langkat Minta Pemkab Tingkatkan PAD

banner 120x600
banner 468x60

BBSNews.id –Langkat – Sejumlah mahasiswa mengatasnamakan Cipayung Plus Kabupaten Langkat menggelar unjukrasa ke Kantor Bupati Langkat di Stabat, meminta Pemkab Langkat menggali potensi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Senin (18/4/2022).

 

banner 325x300

Menurut pengunjukrasa  dari sejumlah organisasi kemahasiswaan, yakni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim (KAMMI), dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dengan perwakilan mahasiswa yang berdialog bersama Plt Bupati antara lain, Ketua PCPMII Langkat Binjai Riza Ansyari, Ketua HMI, Ispandi Manurung, Ketua IMM, Arie Armanda, Ketua GMNI, Jefri Himawan Harahap dan Ketua KAMMI, Fitria Khan.

 

Diakui mahasiswa sesuai data dari salah satu media online  itu menyebut ratio PAD Langkat, termasuk paling rendah dibanding Kabupaten/ Kota lainnya di Sumatera Utara. Karenanya Pemkab Langkat dapat transfaran  dalam penyampaian PAD Langkat dengan sebenar benarnya tersebut,

 

 

“Kami minta Pemkab Langkat transparan dalam penyampaian PAD 2022, serta  sejauhmana realisasinya, ” sebut mahasiswa pengunjukrasa   kepada Plt Bupati Langkat Syah Afandin,SH di ruang kerjanya.

 

Para  mahasiswa itu juga menyorot perhatian dari pemerintah baik Eksekutif maupun Legislatif  Kabupaten Langkat dalam bidang Pendidikan, salah satunya  beasiswa mahasiswa  di Kabupaten Langkat, yang sejak dahulu hanya berupa bantuan berupa pembuatan skripsi.

 

” Di Kabupaten Langkat  bantuan  pendidikan mahasiswa S1. Itupun hanya untuk yang sedang mengerjakan skripsi, dan harus menggunakan surat keterangan kurang mampu”, sebut mahasiswa.

 

 Karenanya sebut mahasiswa Pemkab Langkat  dapat berkaca dari Kabupaten  di Sumut. Karena mereka dapat menjalin MoU ke beberapa perguruan tinggi negeri di Tahun 2021.

 

“Antara lain berupa bantuan beasiswa miskin berprestasi maupun  beasiswa program kerjasama”, bebernya.

 

Para mahasiswa, juga menyorot postur APBD Langkat dinilai tidak sehat. Karena  APBD Langkat yang telah disahkan  sebesar Rp 1,9 Triliun dan 60 persen  dari anggaran itu dihabiskan  untuk anggaran belanja pegawai.

 

“Hanyas empat puluh  persen lagi dana  dari anggaran  yang bisa menyasar  masyarakat. Bahkan,  itu belum dipotong  belanja barang dan jasa,” sebut pernyataan  mahasiswa.

 

Untuk itu para mahasiswa meminta Pemkab Langkat baik eksekutif dan legislatif  agar lebih berpihak kepada  rakyat dalam merancang APBD dan mahasiswa akan terus mengawal, sebutnya.

 

Selain itu mereka juga menyorot perbaikan infrastruktur dan jalan Kabupaten Langkat yang menghubungkan antar desa yang masih ditemukan kondisinya memprihatinkan..

 

” Kami apresiasi kepada  Plt Bupati Langkat yang telah melobby Kementerian PUPR untuk penyelesaian jembatan Sei Wampu.   Karena sejak tahun 2016 lalu Jembatan Sei Wampu tidak kunjung selesai, sebutnya

 

Menanggapi tuntutan mahasiswa, Plt Bupati Langkat didampingi Inspektorat Amril, Kasat Intel Polres Langkat AKP M Syarif Ginting, Ka Bapenda, Muliani, Kadis P dan P Langkat, Syaiful Abdi, Kadis Kominfo Sahmadi mengapresiasi kepedulian mahasiswa dari Cipayung Plus Kabupaten Langkat.

 

“Mahasiswa  memang harus pro aktif dan tidak diam. Namun, harus diakui bahwa untuk melakukan perubahan tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan. Yang jelas kami akan evaluasi dan susun lagi anggaran APBD kita biar ada perimbangannya. Jadi, tidak seperti sekarang ini dimana 60 persen diantaranya masih untuk belanja rutin, seperti untuk belanja pegawai,” ujarnya.

 

Plt Bupati yang akrab disapa Ondim berharap adanya  keinginan yang kuat untuk mendorong DPRD Kabupaten Langkat, paling tidak untuk mengurangi kegiatan kunjungan kerjanya.  Dimana kalau biasanya 15 kali setahun, bisa dikurangi jadi 7- 8 kali saja, sebutnya.

 

Ondim juga akan selaku terbuka dengan masyarakat termasuk mahasiswa  Cipayung untuk berkoordinasi dan memberi masukan demi kemajuan Kabupaten  Langkat,sebutnya.

 

 

Sementara Dra Muliani selaku Kordinator PAD Langkat, menyatakan pihaknya berkomitmen untuk menggali potensi yang ada di Langkat untuk peningkatkan PAD, khususnya di dunia wisata.

 

Diakuinya, akibat Pandemi Covid – 19 kurun 2 tahun membuat sejumlah wisata tutup sehingga PAD menurun. Salah satu aspeknya pajak hotel, penginapan dan restoran di lokasi wisata berkurang drastis.

 

Namun demikian ,pihaknya terus berupaya mencari solusi dan cara untuk meningkatkan PAD dan ekonomi kerakyatan. Yakni bersama 14 OPD di Langkat akan bekerja keras untuk dapat mengembalikan dan meningkatkan PAD, harapnya. (BB-3).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *