Meski Diterpa Cuaca Ekstrim, Program CSR SOL Mampu Dorong Produktivitas Petani Bawang Merah Mencapai Rp350 Juta

PANEN BAWANG MERAH: Hasil panen pertanaman oleh petani bawang merah melalui Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) di Pahae Jae dan Pahae Julu Kabupaten Tapanuli Utara menunjukkan hasil positif.(Foto dok/Ist).
banner 120x600
banner 468x60

BBSNews.id – Tarutung – Komitmen Sarulla Operations Ltd (SOL) mendorong kemandirian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat terus diwujudkan melalui Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) di sektor pertanian.

Hasil nyata dari program tersebut ditunjukkan melalui keberhasilan 6 Kelompok Tani dengan 74 anggota di Kecamatan Pahae Jae dan Kecamatan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara. Enam kelompok tani tersebut tersebar di Kecamatan Pahae Jae yakni Desa Sigurunggurung dan Desa Pardamean Nainggolan serta di Kecamatan Pahae Julu yaitu Desa Simataniari dan Desa Janji Natogu.

banner 325x300

Melalui pendampingan intensif, para petani berhasil mencatatkan panen bawang merah sebesar 11.544 kg pada tahun 2025 atau mencapai 2,4 kali lipat dari bibit yang telah ditanam.

Panen tersebut merupakan hasil dari bantuan 5.404 kg bibit bawang merah yang disalurkan melalui Program CSR SOL pada Mei 2025 dan Oktober 2025.

Dari total hasil panen, sebanyak 8.125 kg telah berhasil dipasarkan dengan nilai penjualan mencapai Rp350.531.000 dengan kisaran harga Rp20.000 hingga Rp40.000 per kilogram.

Meski mencatatkan hasil yang positif, program ini menghadapi tantangan berupa kondisi cuaca ekstrim. Musim kemarau panjang pada Mei–Agustus 2025 serta curah hujan yang sangat tinggi pada Oktober–Desember 2025 mempengaruhi produktivitas tanaman, sehingga hasil panen dinilai belum sepenuhnya optimal sesuai dengan estimasi panen yang ditargetkan.

Selain memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan pendapatan petani, program ini juga mendorong keberlanjutan diversifikasi usaha tani.

Sebagian hasil panen dimanfaatkan kembali oleh anggota kelompok tani sebagai bibit untuk musim tanam berikutnya, sehingga siklus produksi dapat terus berjalan secara mandiri.

Pendampingan pertanian bawang merah ini dilaksanakan melalui Program CSR SOL dengan pendekatan terpadu, mencakup pemenuhan sarana produksi pertanian berupa bibit, mulsa, pupuk, dan pestisida, serta peningkatan keterampilan petani melalui pelatihan. Pendampingan dilakukan secara intensif mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga panen.

Pelaksanaan program merupakan kerja sama dan koordinasi yang erat antara SOL dan Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara, khususnya melalui pendampingan bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di desa.

Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa diversifikasi komoditas melalui pendampingan CSR yang terencana dan berkelanjutan mampu menjadi salah satu alternatif dan solusi dalam peningkatan pendapatan masyarakat. SOL berharap program pertanian bawang merah ini dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal dan ketahanan pangan di wilayah operasional perusahaan.(BB-4).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *