BBSNews.id – Tarutung – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office Tarutung menggelar sosialisasi implementasi busines continuity managemen, dalam kaitan managemen kelangsungan usaha.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Surya Utama selaku yang mewakili managemen Branch Office Tarutung dihadiri Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Taput Ir Jonner Simanjuntak, belum lama ini.
Dalam sosialisasi implementasi busines continuity managemen kali ini mencakup sosialisasi dan simulasi menghadapi bencana gempa dan kebakaran yang diikuti peserta pekerja BRI Cabang Tarutung, supervisi unit-unit.
Dalam simulasi kebakaran tampak hadir pemimpin cabang BRI Tarutung Hendro, pemimpin cabang pembantu Surya Utama dan Hendra Simangunsong serta MBM Frengky MP Sianturi dan Edward Manullang.
Tampil sebagai pemateri Sekretaris Badan Penanggulanhan Bencana Daerah (BPBD) Taput Ir Jonner Simanjuntak dan satuan Pemadam Kebakaran Tapanuli Utara.
Pemimpin Cabang BRI Tarutung Hendro, Pemimpin Cabang Pembantu Surya Utama, Hendra Simangunsong dan MBM Frengky MP Sianturi dan Edward Manullang serta para staf bersama Sekretaris BPBD Taput Ir Jonner Simanjuntak dan Satuan Pemadam Kebakaran Tapanuli Utara, usai simulasi di Tarutung baru baru ini. (Foto Dok/ Ist).
Dalam pemyampaian materi terkait gempa, Jonner Simanjuntak menjelaskan berbagai hal yang perku diperhatikan dan dipedomani saat terjadinya gempa. Diantara hal tersebut yang paling utama saat menghadapi gempa menurutnya adalah jangan panik dan tetap tenang.
Jika saat terjadi gempa kebetulan kita berada dalam gedung atau rumah, maka berikutnya adalah mengamati konstruksi bangunan yang paling rawan dan aman.
Setelah itu baru dapat memilih tempat berlindung sementara ditempat yang lebih aman seperti bawah meja dan sisi bangunan yang lebih aman.
Jonner memberikan masukan bahwa sebelum terjadi bencana gempa dan bencana lainnya seperti banjir, akan selalu diawali dengan tanda-tanda yang dapat diketahui manusia. Namun karena biasanya kurang tanggap atau peka terhadap tanda-tanda maka tidak bisa menghindari bencana tersebut.
Ia menyebutkan bencana alam sering terjadi di Taput adalah gempa, banjir, kekeringan, angin puting beliung, kebakaran dan tanah longsor.
Dalam simulasi kebakaran yang dipandu petugas kebakaran Tapanuli Utara dipertunjukkan cara pemadaman api dengan menggunakan perlengkapan seadanya berupa karung goni yang dibasahi air.
Para pimpinan dan karyawan BRI Branch Office Tarutung turut ambil bagian dalam simulasi tersebut. (Posma)
















