BBSNews.id – Tarutung – Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tapanuli Utara melakukan gerak cepat dalam penanganan bencana alam gempa yang mengguncang daerah itu, Sabtu (1/10/2022) dini hari dengan kekuatan besar magnitudo 6,0.
Begitu bencana terjadi, masih subuh-subuh, Forkopimda turun bersama-sama. Personil Pemkab Taput bersama Polres dan Kodim 0210/TU langsung mengevakuasi korban gempa yang mengalami luka-luka.
Sehari setelahnya Kabupaten Tapanuli Utara ditetapkan dalam status darurat bencana daerah selama tujuh (7) hari sejak 1 hingga 7 Oktober 2022.
Pada masa status darurat bencana daerah tersebut Pemkab Taput bersama TNI, Polri melakukan langkah-langkah tanggap darurat berupa evakuasi korban gempa, pemberian bantuan kepada masyarakat terdampak langsung dan perbaikan fasilitas umum.
Guna mempermudah kordinasi seluruh sektor, Pemkab Taput-TNI-Polri mendirikan Posko Penangana Bencana. Langkah yang dilakukan juga tidak tanggung-tanggung, kebersamaan dan kekompakan Forkopimda semakin bulat dengan membuat surat keputusan bersama yang ditanda tangani Bupati Taput, Kapolres, Dandim, Kajari, Ketua PN dan Ketua DPRD untuk penggunaan APBD Tapanuli Utara membantu perbaikan fasilitas-fasilitas umum yang rusak.
Bupati Kunjungi Posko Perpanjang Darurat Bencana
Sementara itu pada Sabtu (8/10/2022) Bupati Tapanuli Utara Drs Nikson Nababan M Si bersama Dandim 0210/TU Letkol Inf Hari Sandra dan Kapolres AKBP Johanson Sianturi mengunjungi Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Alam Gempa Bumi di halaman Kantor Bupati Taput, Tarutung. Kunjungan bertujuan monitoring posko dan menyemangati seluruh petugas dari 3 pilar yaitu TNI, Polri dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara.
Dandim dan Kapolres memberikan arahan terhadap jajaran masing-masing dan petugas lain yang terlibat dalam posko terkait teknis tanggap darurat hingga pasca bencana.
Dalam kesempatan itu, Bupati berterimakasih atas koordinasi dan sinergitas yang baik tiga (3) pilar dalam menghadapi dampak bencana alam gempa sejak 1 Oktober lalu.
“Forkopimda telah sepakat memperpanjang status masa Darurat Bencana Alam Gempa Bumi di Tapanuli Utara hingga 14 Oktober 2022, berarti tugas kita di posko ini akan berlanjut,” ucap Nikson.
Kunjungan yang dilakukan hingga larut malam dan juga dihadiri sejumlah anggota DPRD Tapanuli Utara dan para pimpinan perangkat daerah dimanfaatkan berdikusi terkait pelaksanaan penanganan tanggap darurat bencana hingga pasca bencana sebagai recovery.
Nikson Nababan berpesan dan mengajak para petugas tetap serius dan semangat dalam masa perpanjangan pertama status tanggap darurat. “Koordinasi dan sinergitas kita harus semakin ditingkatkan agar pelayanan bisa cepat sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Ia meminta data-data terdampak yang akurat sehingga tepat sasaran. “Mari bergerak cepat dan tetap semangat dalam penanganan bencana ini. Termasuk dalam penyaluran bantuan bagi saudara kita yang terdampak,” himbaunya.
Tidak ketinggalan, Bupati Taput mengucapkan terimakasih kepada para pihak dan donatur yang memberikan perhatian dan perduli serta mendonasikan bantuan bagi para korban.
“Semoga masyarakat yang terdampak tetap sehat dan kuat ditengah kondisi bencana ini. Mohon bersabar apabila ada kekurangan dalam hal penyaluran bantuan. Kita upayakan bisa secepatnya tersalur. Semoga bencana ini cepat berlalu,” pintanya. (PS)
















