BBSNews.id – Langkat – Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) Sumatera Utara gelar bakti sosial (Baksos) pemeriksaan jantung meliputi screening jantung bawaan, jantung rematik, hipertensi dan paru kepada siswa SMP Negeri 1 Stabat, di Aula Akper Pemda Langkat, Sabtu (13/8/2022).
Kegiatan selama dua hari sejak 13 dan 27 Agustus 2022 bertujuan mensosialisasikan dan memberikan edukasi cara pertolongan pertama atau disebut bantuan hidup dasar yang dapat dilakukan masyarakat awam.
Langkat Dengan 1 Juta Lebih Penduduk Miliki 7 RSU dan 31 Puskesmas
Kabid Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Langkat, dr Azhar Zulkifli didampingi Sub Koordinator Pelayanan Kesehatan Rujukan Dinkes Langkat, Dahlia Rosa menyampaikan Baksos untuk meningkatkan derajat hidup kesehatan masyarakat.
Sementara sosialisasi basic life support atau yang dikenal dengan bantuan hidup dasar (BHD) adalah penanganan awal pada pasien yang mengalami henti jantung, henti nafas, atau obstruksi jalan napas ungkap.

Diharapkan sosialisasi BHD yang meliputi beberapa keterampilan yang dapat diajarkan kepada siapa saja, membantu masyarakat awan untuk mengenali kejadian henti jantung mendadak.
“Kabupaten Langkat terdiri dari 31 Puskesmas tersebar di 23 kecamatan, dengan jumlah penduduknya mencapai 1.051.752 jiwa. Semoga sosialisasi ini membantu peningkatkan derajat hidup kesehatan masyarakat,” sebutnya.

Dahlia Rosa menyebut , sosialisasi ini juga mengingat luasnya wilayah Langkat dan jumlah fasilitas pelayanan kesehatan yang hanya berjumlah 1 rumah sakit umum daerah yaitu RSUD Tanjung Pura, enam (6) RSU Swasta dan 31 Puskesmas.
Maka sosialisasi BHD diharapkan membantu masyarakat jika terjadi gawat darurat. Diharapkan masyarakat dapat melakukan penanganan awal sebelum petugas kesehatan tiba di lokasi kejadian.

Sementara Departemen Kardiologi, dr Anggi C Lubis Sp JP (K) menjelaskan BHD dapat dilakukan masyarakat awam untuk memberi pertolongan pertama atau di sebut bantuan hidup dasar.
“Saya harap agar yang ikut pelatihan apa bila bertemu dengan oang yang terpapar seperti pingsan di jalan, kita bisa mengetahui cara pemberian pertolongan pertama dengan benar,” sebutnya.
dr Anggi juga menjelaskan maksud kedatangannya mencari masyarakat yang ingin belajar, untuk memberikan ilmu kepada masyarakat awam agar mampu melakukan pertolongan pertama ketika ada yang membutuhkan.
“Kami harus memberikan pengetahuan pertolongan pertama, ini sudah menjadi tanggungjawab kami untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat,” tandasnya.(BB-2).
















