Daerah  

Petani Sawit Langkat Mengeluh, Harga TBS Anjlok Hingga Rp 1.100 Perkilo

banner 120x600
banner 468x60

BBSNews.id – Langkat – Petani kelapa sawit di Kabupaten Langkat mengeluh setelah harga Tandan Buah Segar (TBS) sejak beberapa hari terakhir anjlok seharga Rp 1.100. dari sebelumnya mencapai Rp 3.080 perkilogramnya.

Penurunan harga TBS dari tingkat petani itu belum diketahui pasti, namun diduga akibat kebijakan pemerintah melarang ekspor Crum Palm Oil,CPO ke luar negeri, pasca minyak goreng langka di masyarakat.

banner 325x300

Dari pantauan wartawan, Senin (25/4/2022) dari sejumlah petani kelapa sawit di Kecamatan  Bahorok sangat kaget. Karena hanya hitungan hari, harga TBS turun drastis.

Narta, salah satu petani sawit  di Kecamatan Bahorok, tidak menduga  penurunan harga TBS miliknya hanya seharga Rp 1100 perkilogram. Keluhan lainnya Budi, yang awalnya tidak percaya bila penurunan harga TBS itu terbilang besar.

Ironisnya di hari Jumat (22/4/2022) lalu, harga jual sawit (TBS) dari pengepul seharga Rp 3.080 perkilogram.. Ironisnya keesokan harinya Senin (25/4) harga TBS sudah turun menjadi Rp 1.100  perkilogramnya

Salah satu agen/toke TBS   di Bahorok, Pijer Pandia mengaku dirinya hanya mampu membeli TBS  dari petani seharga Rp 2050 perkilogram. Penurunan itu tanpa perkirannya karena sangat drastis

Akibat penurunan harga itu banyak agen/toke pengepul TBS merugi karena   harga pembelian petani dengan harga di pabrik,sebutnya.

Sementara terkait penurunan harga TBS selain menimbulkan kerugian bagi petani karena harga perawatan berupa pemberian pupuk dan upah panen yang  tidak sebanding dengan kos produksi.

Sehingga tidak heran  karyawan pemanen gagal mendapat rezeki kenaikan  upah ,sesuai janji dari pemilik sawit yang akan menaikkan upah panen namun karebna kembali turun kenaikan u[ah itu terancam,sebutnya (BB-4).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *