BBSNews.id – Langkat – Rafisqy Evano Abadi, bayi berusia 2 tahun enam bulan menderita Leukemia dan sejak dididagnosa lima bulan lalu, berulangkali harus transfusi darah .Anak pasangan suami istri, Heriansyah Abadi dan Lia Pratiwi tinggal di Dusun V Obyek, Desa Banyumas Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, kini hanya bisa terbaring lemah di Rumah Sakit (RS) Kota Binjai, sejak 17 April 2022 lalu, bahkan sesuai pemeriksaan HB (hemoglobin) hanya 3.
“Anak kami ini selalu berbaring, jika tubuhnya tersentuh langsung kesakitan. Apalagi saat harus dimandikan, meski pelan pelan mengangkatnya dia tetap saja kesakitan,” ujar Heri, ditemui wartawan Kamis (21/4/2022).

Heri mengisahkan, awal buah hatinya mengidap Leukimia . Pada usia 0 hingga 1.5 tahun pada gejala apapun belum timbul, Masih normal seperti anak seusianya dan belajar berjalan sendiri. Tidak terlalu lama setelahnya Rafisqy tidak lagi mau berdiri. Setelah tidak mau lagi berjalan, bibirnya terlihat pucat dan bagian tubuh lainnya kebiruan seperti memar. Dihari berikutnya, Rafisqy sering mengalami sesak nafas dan tubuhnya semakin hari semakin lemah.
“Saat itulah kami membawahnya ke salah satu RS di Kota Binjai, tepatnya pada awal Desember 2021,” ungkap Heri. Dari pemeriksaan medis, HB hanya 2. Sehingga langsung ditransfusi darah sebanyak 2 bag oleh pihak rumah sakit. Setelah dua hari HB menjadi 9, dan dibolehin pulang.
Tidak beberapa lama, Rafisqy kembali ngedrop HB 3, dan kembali dibawah ke RS lainnya yang masih berada di Kota Binjai pada 8 Januari 2022, untuk transfusi darah dan perawatan. “Kali ini kami sebagai pasien BPJS. Tapi karena perawatan kurang memuaskan, kami minta pulang pada 9 Januari 2022,” ungkapnya.
Selanjutnya pada 13 Januari 2022, kondisi Rafisqy semakin parah. Kembali membawanya ke RS di Langkat untuk transfusi darah. Melihat kondisi Rafisqy HB nya hanya 1, pihak RS memutuskan harus rawat inap. Kali ini kami kembali sebagai pasien umum. Anak kami dirawat selama 4 hari di ruang ICU, menelan biaya Rp14 juta,” terangnya.
Ironisnya pada 30 Februari 2022, Rafisqy kembali melemah membutuhkan transfusi darah lagi sebab HB nya tinggal 2. Dibawah ke RS di Binjai. “Kembali pakai BPJS. Anak kami dirawat lima hari, dikenakan biaya Rp1 juta untuk pembelian darah dan pindah ke ruangan kelas 2 di RS tersebut,” sebutnya.
“Setiap transfusi darah menghabiskan 2 kantong, perkantongnya 250 cc,” cetusnya menambahkan. Untuk jalur pengobatan alternatif, Heri mengaku sudah mengeluarkan biaya pengobatan Rp15 juta.
Sebagai orang tua ,pasti tersayat melihat kondisi anaknya yang semakin ringkih. Apalagi saat melihat putranya itu bangun tidur di pagi hari. Mulutnya selalu dipenuhi darah segar. “Hampir setiap pagi istri saya membersihkan mulut anak kami, yang penuh darah,” ungkapnya Heri berurai air mata.
Heri yang bekerja sebagai security di DPRD Kabupaten Langkat dan istrinya ibu rumah tangga. Mengaku kesulitan biaya perobatan dan perawatannya . Karena ongkos yang sudah dikeluarkan mengobati anaknya mencapai tiga puluhan juga lebih. Selain perobatan alternatif juga medis dirumah sakit.

“Biayanya sudah tiga puluhan juta lebih, untuk berobat kesana kemari. Namun anak kami juga belum sembuh, jadi masih banyak biaya yang masih harus dikeluarkan kedepannya,” sebutnya seraya mengaku biaya pengobatan selama ini diperoleh dari simpanan yang ditabung sedikit sedikit , bantuan dari jiran tetangga dan berhutang,sebutnya.
Karenanya ia membutuhkan uluran tangan dermawan. Bagi yang ingin memberi bantuannya dapat mentrasnfer Bank BRI atas nama Heriansyah Abadi, Nomor Rekening 3276 – 0106 – 7795 – 539 atau langsung menghubungi nomor telepon/whatsapp: 0822-7627-5459. (BB-04).
















