BBSNews.id – Langkat – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara melakukan pembongkaran makam (Ekshumasi ) Abdul Sidiq Isnur alias Bedul, diduga tewas saat berada di kerangkeng manusia milik Bupati Langkat non aktif Terbit Rencana Perangin angin.
Pembongkaran dilakukan oleh Tim Gabungan Kedokteran Forensik Polda Sumut terdiri Inafis Dokpol,Forensik ,Brimob dan Polres Langkat di tempat Pemakaman Umum Pondok VII, Kelurahan Sawit Seberang, Kabupaten Langkat. Sabtu (12/2/2022).

Kasi Humas Polres Langkat AKP Joko Sumpeno, membenarkan, pembongkaran dilakukan untuk identifikasi secara forensik oleh Tim Kedokteran Forensik Polda Sumut guna mencari bukti, guna mengetahui penyebab kematian korban serta melengkapi berkas perkara kasus yang sedang ditangani oleh penyidik Dirkrimum Polda Sumut.
Penggalian dipimpin langsung oleh Dirkrimum Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Admaja ,dimulai identifikasi makam korban, dilanjutkan penggalian makam dan kemudian mengangkat tulang-tulang korban dan dilakukan pemeriksaan oleh Tim.
Hadir dalam kegiatan itu Dirnarkoba Polda Sumut Kombespol Cornelius Wisnu, .Wadirkrimum Polda Sumut AKBP Alamsyah, dan Kabag Ops Polres Langkat Kompol Aries, Kasat Reskrim Polres Langkat AKP M Said Husein dan Perwakilan Komnas HAM RI, Forkopinca Sawit Seberang, keluarga Alm Abdul Sidik Isnur.

Menurut keluarga korban, Abdul meninggal pada 11 Februari 2019, setelah seminggu direhabilitasi di kerangkeng milik Bupati Langkat. Selama pelaksanaan kegiatan mendapat pengamanan dari Polres Langkat dan personil Polsek Padang Tualang yang diback up Brimobdasu Polda.
Kabid Humas Polda Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan , Tim Gabungan Kedokteran Forensik Polda Sumut pada Sabtu (12/2/2022) melakukan pembongkaran dua kuburan terkait penyidikan Dirkrimum Polda Sumut. Yakni di Pasar Pinter Desa Purwobinangun Kecamatan Sei Bingai wilayah hukum Polres Binjai dan di TPU VII Kelurahan Sawit Seberang, Kabupaten Langkat.

“Pembongkaran dilakukan didua lokasi berbeda,” sebutnya serta mengakui kedua korban yang meninggal dunia diduga akibat mengalami kekerasan, yang terjadi pada periode bulan Februari tahun 2019 dan bulan Juli tahun 2021. (BB-2).
















