Mendag Pimpin Rakornas di BCC
BBSNews.id- Binjai – Dalam kunjungannya ke Sumatera Utara, Menteri Perdagangan RI, Zulkifli Hasan dan Menteri BUMN Erick Thohir, mengunjungi Tan Collection Gallery dan Workshop Kelompok Rambutan Binjai (Kerambi) di Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Mencirim, Kota Binjai, Selasa (17/1/2023).
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Sekdako Binjai H. Irwansyah Nasution, S.Sos., Kadis Kominfo Binjai Sofyan Siregar, Kadisnaker Perindag Drs. Hamdani Hasibuan, Kadis Koperasi dan UMKM Binjai Megang Sitepu.
Sebelumnya, Zulkifli Hasan ikuti Rakornas Penguatan Pertumbuhan Ekonomi dan Pengendalian Inflasi secara virtual di Binjai Command Center. Kedua menteri ini kemudian melihat beberapa produk UMKM yang berada di Tan Gallery seperti tenun songket, batik, makanan, dan produk-produk yang lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli Hasan juga memberikan penjelasan kepada pelaku UMKM untuk memasarkan produknya secara online melalui market place yang kini telah marak. Ia melanjutkan, soal pembiayaan, jika pelaku UMKM kekurangan biaya, nanti disiapkan pembiayaannya oleh Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Sementara itu, Erick Thohir dalam kunjungan tersebut mengatakan pemerintah hingga saat ini terus mendorong warga yang di desa-desa bisa menjadi pengusaha. Ia pun menegaskan, BUMN mendukung program Menteri Perdagangan dan Menteri Koperasi, salah satunya adalah dengan pembiayaan melalui KUR, dan PNM Mekar.
Mendag Pimpin Rakornas di BCC, Minta Penguatan Pertumbuhan Ekonomi dan Pengendalian Inflasi
Sementara itu sebelumnya Mendag ,DR. (H.C). Zulkifli Hasan, S.E., M.M saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Binjai, Selasa (17/1/2023) memimpin Rapat koordinasi nasional Penguatan Pertumbuhan Ekonomi dan Pengendalian Inflasi via Zoom di Binjai Command Center (BCC).
Dalam rapat tersebut, Menteri yang akrab disapa Bang Zul ini menyampaikan beberapa dukungan yang diharapkan bisa dilakukan para pimpinan daerah di Indonesia.
Diantaranya ialah mengoptimalkan APBD untuk pengendalian inflasi yaitu dengan menggelar pasar murah, operasi pasar, subsidi ongkos angkut, serta pemantauan data harga dan stok bahan pokok. Kemudian mengoptimalkan peran BUMD pangan dalam menjaga stok dan pasokan barang kebutuhan pokok.
Pemerintah daerah juga diminta untuk dapat mengintensifkan pemantauan harga dan stok barang kebutuhan pokok di seluruh provinsi dan Kabupaten/Kota sebagai Early Warning System di daerah melalui SP2KP Kemendag.
Berikutnya, Pemda juga diharapkan untuk bisa melakukan media briefing secara berkala kepada masyarakat untuk memberikan informasi bahwa pemerintah berkomitmen menjamin ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan. (Suk)
















