BBSNews.id – Langkat – Data jumlah ternak sapi terindikasi klinis Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten langkat terhitung 19 Juni 2022 sebanyak 1340 ekor, sembuh 1191 ekor dan masih sakit, 146 ekor sedangkan 9 ekor dinyatakan mati .
Plt Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Langkat Hendrik Tarigan,Spt, MMA melalui Medik Veteriner Muda Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Langkat, drh Yuniarti Sitompul menyebutkan itu pada wartawan, Rabu (22/6/2022).
Diakuinya, semua ternak yang mengalami gejala klinis tersebut tertangani dengan baik dan beberapa ternak mati itu, karena ternak itu diumbar (lepas liar- Red). “Jadi tanpa diketahui peternaknya tiba tiba (sapi/lembu-Red) itu sudah mati dengan gejala yang mirip seperti PMK”, sebut drh Yuniarti.
Pemerintah daerah, sebutnya dalam penanganan PMK telah mengeluarkan sejumlah kebijakan dan pembatasan sementara ternak sapi masuk dari Aceh ke Langkat. Termasuk kerjasama dan kordinasi antar lembaga baik dengan Polres, Dandim 0203 Lkt, Sat Pol PP dan instansi lainnya.
Sehingga , sebutnya jumlah kasus gejala klinis Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang ternak sapi/lembu di Langkat secara berangsur dapat tertangani. Hingga kini, pihaknya terus melakukan KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) mulai dari penyaluh pertanian, Babhinkamtibmas, Babinsa , Satgas yang dibentuk Polres Langkat, sebutnya
Adapun data dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Langkat ,ternak yang diduga terinfeski mirip PMK umumnya di wilayah Teluk Aru yakni di Kecamatan Besitang yakni di desa Bukit Selamat 144 ekor, Halaban 166 ekor, Bukit Kubu 92 ekor, Bukit Mas 43 ekor, Kampung Lama 1 ekor, Suka Jaya 12 ekor, Sekoci 16 ekor dan Pekan Besitang, 68 ekor.
Di Kecamatan Pematang Jaya di Desa Damar Condong, 100 ekor, Perkebunan Damar Condong 6 ekor, Pematang Tengah 162 ekor, Perapen 36 ekor,Limau Mungkur 111 ekor,Serang Jaya Hilir 93 ekor. Selanjutnya di Kecamatan Pangkalan Susu di Desa Sungai Meran ,224 ekor, Paya Tampak 2 ekor dan Alur Cempedak 64 ekor.
Dalam kesempatan itu drh Yuniarti Sitompul atas nama Dinas Pertanian Lanbgkat mengaku, PMK disebabkan virus Aphtaee Epizootecae.A dan PMK tidak menular ke manusia . Sedangkan PMK sangat menular kepada hewan ternak dan cepat menyebar.
Sebaliknya tingkat kesembuhannya juga tinggi mencapai 100 persen , apabila ditangani dengan cepat dan tepat, sebutnya seraya mengaku masyarakat jangan takut melaksanakan Idul Adha, seperti adanya anjuran Kapolda Sumut serta sosialisasi Fatwa MUI di Langkat baru baru ini ,sebutnya mengakhiri (BB-4).
















