Daerah  

Kelompok Tani Mekar Jaya Hinai Resah Alih Fungsi Sawit Ke Persawahan Dituding Galian C

banner 120x600
banner 468x60

BBSNews.id – Langkat – Warga petani tergabung Kelompok Tani Mekar Jaya Kelurahan Kebun Lada Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara, mengaku resah karena dituding melakukan aktivitas galian C.

Padahal aktivitas alih fungsi dari perkebunan  sawit menjadi persawahan yang dikarenakan sawit dianggap kurang menghasilkan dan kerap jadi ajang “penjarahan”, belum lagi  harga TBS yang tidak stabil.

banner 325x300
      
Petani: Sejumlah petani tergabung Kelompok Tani Mekar Jaya Kelurahan Kebun Lada Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat berfoto dilokasi alih fungsi sawit ke tanaman padi di Jalan Baru Kelurahan Kebun Lada Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat, Selasa (21/6/2022). (Foto BBS /Bill).

“Lahan pertanian padi akan lebih baik, apalagi daerah  kami akan menjadi sentra irigasi pertanian dari waduk irigasi Wampu, yang salah satunya mengaliri kawasan wilayah  Hinai “ sebut anggota  Kelompok Tani Mekar Jaya Hinai , Agus Salim (47) warga Jalan Bahagia Kelurahan Kebun Lada Kecamatan Hinai, kepada wartawan,Selasa (21/6/2022)

Sejak Januari 2022 lalu, sebutnya  lahan tanaman sawit diatas lahan miliknya seluas 4.800 M2 (12 Rante) dialihfungsikan dari tanaman keras ke tanaman pertanian padi .  “Alhamdulilah padi sudah menguning dan setengah bulan lagi, sudah dapat dipanen,” sebut Agus Salim  bersama rekan petani lainnya di lahan pertaniannya Jalan Baru Kelurahan Kebun Lada  Kecamatan Hinai.

Dari alih fungsi lahan itu kini dirinya menjadi contoh bagi petani lain di desanya  yang ingin mengalihfungsikan serupa lahannya. Bahkan  sebanyak 8 petani sawit seluas lahan 1, 2 Ha telah  berubah ke persawahan mengikuti jejaknya. Saat ini sebahagian jelang panen, turun ke sawah nenanam padi dan ada yang baru melakukan pemetaan sawah dengan cara tanah mereka dikeruk dengan alat berat eskavator  untuk lahan sawah.

Agus Salim bersama petani lainnya mengaku untuk alih fungsi  sengaja mereka lakukan  kerjasama  dengan orang lain yakni pemilik alat berat eskavator yang bermurah hati untuk menormalisasi lahan sawitnya menjadi persawahan,sehingga dapat ditanami  padi.

“Kami memang dibantu alih fungsi dengan alat berat tanpa dipungut biaya sama sekali karena mereka mengetahui keluhan kami selama ini dan yang mengerjakan alat berat  eskavator. Sedangkan limbah tanah buangannya  dimanfaatkan oleh pengusaha batu bata di kelurahan Kebun Lada,” sebut Agus Salim.

Sedangkan Samsul warga Batu Melanggang Hinai  yang membantu warga dalam penyewaan alat berat untuk pembuatan lahan persawahan dengan dibantu oleh pemilik alat berat (eskavator)  dari rekannya bernama  J Saragih itu , mengaku dirinya  membantu warga  yang, meminta lahan sawitnya dialihkan kembali ke persawahan tanpa ada dipungut biaya dari petani.

Namun demikian sebutnya limbah tanah yang mereka keruk dimanfaatkan untuk pengusaha lokal jadi material batu bata,. Hal ini sebagai bentuk konpensasi untuk operasional  membeli solar dan gaji operator beko, karena petani juga tidak dirugikan, namun disayangkan dituding kegiatan galian C, oleh oknum tertentu, sebutnya.

J Saragih selaku pemilik eskavator membenarkan bahwa dirinya diminta oleh Samsul dan warga untuk membantu petani mengalihfungsikan kembali tanaman sawit ke  persawahan. Selain tidak menguntungkan karena lahan sawitnya selalu dijarah. Sebagai pemilik alat berat mendukung kegiatan tersebut,jelasnya

Sementara itu Plt Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Langkat Hendrik Tarigan, SPt, MMA ketika dikonfirmasi terkait adanya alih fungsi lahan dari perkebunan sawit ke persawahan padi oleh Kelompok Tani Mekar Jaya Kelurahan Kebun Kada Kecamatan Hinai mengaku belum mendapat laporan.

Namun demikian dengan adanya alih fungsi dari tanaman keras ke pertanian sawah patut diapresiasi dan hal ini, diharapkan menjadi contoh bagi petani lainnya . Apalagi Kecamatan Hinai mamang masuk dalam kawasan perlintasan Irigasi Wampu Stabat , demi pencapaian program swasembada pangan,sebutnya.(BB-4).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *