Mahasiswa Wasathiyah Sumut: DPRD Digaji Rakyat Untuk Bersuara, Bukan Jadi Boneka Eksekutif

FOTO: Ketua PW Ikatan Mahasiswa Wasathiyah Sumut, Fahrezi Dika Pratama,(Foto dok/Ist).
banner 120x600
banner 468x60

BBSNews.id – Medan – Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Mahasiswa Wasathiyah Sumut secara resmi memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada Pimpinan DPRD Sumut, Ricky Anthony atas aksinya mengkritisi Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution.

 

banner 325x300

Dukungan tersebut disampaikan Ketua PW Ikatan Mahasiswa Wasathiyah Sumut, Fahrezi Dika Pratama, pada Selasa (28/7/2026).

 

Dalam pernyataannya, Fahrezi menyampaikan beberapa poin utama sikap organisasi.

 

Pertama, PW Ikatan Mahasiswa Wasathiyah Sumut memuji keberanian Ricky Anthony. Menurutnya, kritik yang dilontarkan merupakan representasi nyata dari fungsi pengawasan legislatif atau checks and balances demi menjaga marwah lembaga dewan.

 

Kedua. mahasiswa melontarkan kritik terhadap pola kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution. Fahrezi menyarankan agar Bobby Nasution melakukan _retreat_ kembali agar lebih memahami tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance.

 

Ketiga Fahrezi menegaskan pentingnya fungsi DPRD sebagai lembaga legislatif. Ia mengingatkan bahwa anggota dewan digaji oleh uang rakyat untuk bersuara dan menjalankan fungsi pengawasan.

 

“DPRD Sumut digaji oleh rakyat untuk bersuara, bukan digaji untuk menjadi boneka eksekutif,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, PW Ikatan Mahasiswa Wasathiyah Sumut menyatakan kesiapannya berada di barisan depan untuk mengawal fungsi pengawasan legislatif dari potensi intervensi eksekutif.

 

Hal ini, menurut Fahrezi, penting dilakukan demi tegaknya demokrasi dan prinsip tata kelola pemerintahan yang bersih di Sumatera Utara.(BB-2).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *