BBSNews.id -Tapanuli – Intensitas curah hujan yang cukup tinggi satu minggu terakhir ini mengguyur kawasan Tapanuli (Bagian Utara Sumatera Utara) mengakibat banjir dan tanah longsor di sejumlah tempat.
Daerah terparah dilanda bencara mencakup Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga.
Di Kabupatan Tapanuli Utara terjadi longsor dibeberapa titik jalan lintas Tarutung-Sibolga yakni Desa Sibalanga, Desa Pagaran Pisang dan Desa Pagaran Lambung I. Material longsor menimbun badan jalan hingga tidak bisa dilalui kendaran bermotor.
Untuk sementara arus lalu lintas Tarutung-Sibolga dan sebaliknya terputus.
Mengatasi kendala tersebut Tim Reaksi Cepat Bencana Tapanuli Utara telah turun ke lokasi longsor untuk membersihkan material longsor dari badan jalan.
Dalam peristiwa ini dilaporkan seorang mengalami luka dan telah dibawa ke rumah sakit umum Tarutung guna mendapat perawatan intensif.
Curah hujan yang lebat melanda Tapanuli Utara ini sejak Minggu 23 Nopember lalu itu juga mengakibatkan air sungai Aek Puli di Kecamatan Simangumban meluap. Derasnya arus sungai mengakibatkan badan jalan persis diujung jembatan Aek Puli amblas.
Sementara itu longsong dan banjir paling parah terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Sibolga.
Informasi yang berhasil dihimpun BBSNews.id menyebutkan longsor di Sitahuis Kabupaten TapanulibTengah merenggut korban jiwa. Sebanyak 4 orang dilaporkan tewas akibat tertimbun material longsor.
Empat orang yang meninggal merupakan satu keluarga terdiri dari seorang ibu dan tiga orang anaknya.
Longsor juga terjadi di Kota Sibolga yang mengakibatkan satu rumah tertimbun dan penghuninya meninggal tertimbun material longsor. (BB-4).
















