BBSNews.id – Langkat – Dalam rangka menciptakan Pemandu Wisata yang handal dan Profesional, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Langkat mem-Fasilitasi Sertifikasi Pemandu Wisata yang digelar selama 3 hari di Hotel Grand Mercure, Medan, 24- 26 April 2024 yang lalu.
Kegiatan dibuka oleh Pj Bupati Langkat yang diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan , Hj.Nur Elly Heriani Rambe, MM menyebutkan,Langkat salah satu daerah yang kaya dengan Sumber Daya Alam (SDA), salah satunya memiliki alam yang indah dan mempesona, sehingga bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata yang menarik untuk meningkatkan devisa.
UJI LANGSUNG : Salah satu Narasumber saat menguji peserta Pemandu Wisata saat kegiatan di Hotel Grand Mercure, Medan, 24- 26 April 2024
Ditambah Langkat memiliki budaya yang beragam suku etnis dan masyarakatnya heterogen sehingga kalau dipadukan tentu akan menambah ‘daya jual’ pariwisata Langkat untuk meningkatkan kunjungan wisata ke Langkat, baik dari wisatawan lokal maupun dari turis manca negara.
Karenanya, lanjutnya diperlukan para pemandu wisata yang handal dan profesional, sehingga perlu dibekali pelatihan dan sertifikasi yang mumpuni untuk para pemandu wisata, sehingga citra positif daerah yang dipandunya dapat bermanfaat bagi wisata mancanegara dan lokal lainnhya.
WAWANCARA: Salah seorang peserta Fasilitasi Sertifikasi Pemandu Wisata saat mengikuti sesi wawancara.
Selain paparan dari Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan , Hj.Nur Elly Heriani Rambe, MM juga dilanjutkan dengan sambutan dari staf khusus Pj Bupati, Ruswin. Kemudian, materi kepemanduan wisata disampaikan oleh para narasumber dari LSP Pramindo.
Kadis Parbud Langkat, Hj. Nur Elly Heriani Rambe, MM sambutan pada pembukaan Rabu (24/4/2024) kemaren melaporkan, kegiatan itu diikuti oleh 40 orang peserta dari para pemandu wisata dari beberapa objek wisata dan desa wisata yang ada di Kabupaten Langkat, seperti dati Rumah Galuh, Telagah, dan Pangkal Namu Sira-sira (Kecamatan Sei Bingei), dari Kecamatan Salapian, dan dari Kecamatan Tanjung Pura.
NARASUMBER: Salah seorang narasumber saat menyampaikan paparannya di hadapan para peserta
Para peserta akan mendapat pelatihan kepemanduan wisata selama 2 hari (24 -25 April), dan pada hari ketiga (26 April) akan diadakan assessmen atau ujian sertifikasi oleh LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi).
“Adapun materi kepemanduan meliputi, membuat rencana perjalanan wisata, melakukan komunikasi dengan wisatawan, mengemas informasi wisata yang menarik, hingga upaya keamanan dan keselamatan pengunjung, yang disesuaikan dengan UU No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan,” ujarnya.
Turut hadir dan menyampaikan sambutan perwakilan dari Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kab. Langkat, dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Sumut. (BB-2)
















