BBSNews.id – Tarutung – Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) melaksanakan rapat pendeta di Conference Hall Perkampungan Pemuda HKBP di Jetun Silangit, Tarutung , Tapanuli Utara, 16-20 Oktober 2023.
Rapat Pendeta tahun 2023 ini merupakan rapat pendeta HKBP setelah memasuki era sistem sentralisasi keuangan.
Kabiro TIK HKBP Pdt Fortunate Siagian S.Th, Senin (16/10/2023) menjelaskan sistem sentralisasi keuangan HKBP membawa perubahan untuk pelaksanaan rapat pendeta sehingga berbeda dari pelaksanaan rapat pendeta sebelum era sentralisasi keuangan HKBP.
“Kalau sebelum-sebelumnya diberlakukan registrasi, setelah sentralisasi keuangan, registrasi ditiadakan,” ujarnya.
Fortunate Siagian S.Th menjelaskan dari sebelumnya huria-huria dibebani biaya pelaksanaan rapat pendeta maka setelah pemberlakuan sistem sentralisasi keuangan HKBP biaya pelaksanaan rapat pendeta HKBP ditanggung Badan Pengelola Sentralisasi Keuangan (BPSK) HKBP.
Untuk pelaksanaan rapat pendeta HKBP tahun 2023 ini, menurut Kabiro TIK HKBP segala persiapan telah rampung dikerjakan panitia. Sebanyak 2014 orang pendeta HKBP telah diundang untuk mengikuti rapat.
Para pendeta HKBP tersebut melayani diberbagai daerah dan tempat di dalam negeri dan luar negeri.
Mengawali rapat pendeta, dilaksanakan orientasi malam ini, Senin (16/10/2023) yang dilanjutakan acara pembukaan Selasa 17 Oktober 2013 mulai pukul 8.30 WIB dan sesudahnya pelaksanaan sidang-sidang hingga 20 Oktober 2023.
Adapun tema rapat pendeta HKBP tahunn2023 oni yaitub “HKBP proaktif menghadirkan kebaikan Allah bagi sesama” (Metius 5:45) dan subtema “Pendeta HKBP berkomitmen memerbaharui diri untuk menghadirkan kebaikan Allah professional di semua aras pelayanan tanpa diskriminasi dan rasis.”
Untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan pelaksanaan rapat pendeta tahun 2023, Ephorus HKBP Pdt Dr Robinson Butarbutar telah melantik Panitia dengan Ketua Umum Pdt Dr Victor Tinambunan MST (Sekjen HKBP) beberapa waktu lalu di Gedung Rajapontas Lumbantobing di Pearaja Tarutung.
Pada saat itu Ephorus HKBP dalam bimbingan pastoralnya menyampaikan, rapat pendeta HKBP 2023 sangat signifikan secara historis karena dilaksanakan setelah HKBP memasuki sistim Sentralisasi Keuangan.
Sehingga banyak yang harus dilakukan yang menjadi tugas berat panitia. Rapat Pendeta bertujuan untuk menyediakan apa yang perlu untuk HKBP berkaitan dengan pelayanan di tahun 2024 sebagai Tahun Oikumene Inklusif yang telah diawali dengan Tahun Propesionalisme Penatalayanan.
“Propesionalisme Penatalayanan tidak sempurna jika HKBP belum beroikumene yang inklusif,” sebutnya.
Ephorus menjelaskan, pelayanan tidak hanya antar anak-anak kekristenan tetapi juga antar anak-anak kekristenan dengan yang bukan anak-anak kekristenan, dan juga antar manusia dengan ciptaan lainnya.
“HKBP akan mempersiapkan diri supaya mulai tahun 2024 dan kedepan adalah gereja yang para personilnya istimewa, para pendetanya propesional melaksanakan oikumene inklusif tidak sebaliknya diskriminatif apalagi rasis dalam pemahaman dan pandangan teologinya,” pungkasnya. (Posma)
















