BBSNews,id – Medan – Tiga orang tewas dalam musibah kebakaran rumah toko dan bengkel sepeda motor di Jalan Djamin Ginting Kelurahan Sidomulyo Kecamatan Medan Tuntungan, Sabtu (26/11/2022) sekira pukul 14.00 WIB. Ketiga korban , dua anak pemilik rumah dan seorang lagi adik kandung pemilik rumah .
Api diduga berasal dari arus pendek , namun untuk memastikan , polisi memasang garis polisi untuk menyelidiki penyebab kebakaran yang saat kejadian dihuni empat orang tersebut.
Informasi diperoleh , bengkel motor milik Darwin Riko Manurung. Sebelum kejadian kebakaran Darwin yang berkediaman disamping bengkel itu pergi menjemput istrinya yang bekerja di Rumah Sakit Murni Teguh. Sedangkan ketiga anaknya dan seorang adik laki-lakinya bernama SM 25) tinggal di rumah.
Setahu bagaimana ,seorang warga sekitar melihat ada kobaran api disertai kepulan asap tebal dari dalam rumah Riko Manurung. Seketika itu juga, saksi ini memanggil warga lainnya diteruskan ke Polsek Medan Tuntungan untuk memberi bantuan.
Sejumlah warga berusaha membuka pintu rumah namun tidak berhasil karena digembok dari dalam. Bahkan, para penghuni rumah juga sudah berlindung di dalam kamar mandi.
Tak lama kemudian, dua unit pemadam kebakaran (damkar) turun ke lokasi kejadian untuk menjinakkan kobaran api. Saat sedang berusaha memadamkan api, petugas damkar mendengar ada suara teriakan dari salah seorang anak Darwin Riko Manurung.
Setelah berhasil membuka paksa pintu depan, petugas damkar dibantu warga langsung menyelamatkan anak kedua Riko Manurung yaitu G (5) dari dalam kamar mandi, lalu dilarikan ke Rumah Sakit Adam Malik Medan untuk mendapat perawatan. Sedangkan anak pertama dan anak bungsu serta adik Darwin sudah meregang nyawa
Adapun ketiga korban tewas SM (25) , MSM (7) DKM berusia 1 tahun,
Kapolsek Medan Tuntungan melalui Kanit Reskrim Ipda Elia Karo-Karo ketika dikonfirmasi mengatakan, penyebab terjadinya kebakaran yang merenggut korban jiwa itu masih lidik.
“Dari data yang kita terima, saat kebakaran itu terjadi para korban sudah kebingungan dan tak bisa berlari melalui pintu depan, karena kobaran api cukup besar, sedangkan pintu belakang tidak ada. Akhirnya, adik korban atas nama Sesrada Manurung mengajak ketiga anak Riko Manurung untuk berlindung di dalam kamar mandi, namun hanya satu saja yang berhasil selamat sedangkan tiga lainnya meninggal dunia,” ujar Ipda Elia kepada wartawan
Untuk proses penyelidikan, petugas memasang garis polisi dilokasi rumah yang terbakar (BB-2)
















