BBSNews,id – Langkat – Ribuan rumah di dua kecamatan Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara terendam banjir setelah hujan mengguyur kawasan itu sejak Selasa (1/11/2022) hingga Rabu (2/11/2022) sekira Pukul 07.00 WIB.
Air dengan cepat memasuki pemukiman warga di Kecamatan Besitang dan Kecamatan Tanjungpura sedikitnya 1.319 rumah warga terendam banjir. Tidak ada korban jiwa, namun sejumlah lahan pertanian juga turut mengalami kerusakan.
Dari pantuan wartawan, banjir merendam rumah warga terlihat di Dusun Sidodadi Desa Sekoci Kecamatan Besitang sebanyak 481 KK dengan ketinggian air mencapai bervariasi antara 100 – 150 cm.
“Saat ini ada 136 Kepala keluarga yang mengungsi ke posko sementara berjumlah 70 KK dan sebanyak 66 KK mengungsi ke rumah kerabat/ keluarga,” sebut Kepala BPBD Langkat Irwan Syahri dihubungi BBSNews.id, Rabu (2/11/2022).
Sedangkan banjir merendam rumah warga di Kecamatan Tanjungpura antara lain di Desa Pantaicermin terdampak 326 KK, Desa Paya Perupuk terdampak 214 KK, Desa Suka Maju terdampak 112 KK, Desa Pekubuan terdampak 63 KK, Kelurahan Pekan Tanjung Pura terdampak 123 KK.
“Total masyarakat Kecamatan Tanjungpura terdampak banjir 838 KK dengan ketinggian air bervariasi antara 30-50 cm.
Disebutkannya, banjir merendam rumah akibat hujan deras mengakibatkan debit air sungai meluap sehingga air masuk ke pemukiman warga.
Banjir di Kecamatan Tanjungpura disebabkan air mengalir perlahan ke saluran pembuangan, sehingga air masih menggenangi pemukiman warga. Debit air sungai Batangserangan saat ini masih tinggi. Sedangkan masih dapat melaksanakan kegiatan sehari – hari terbatas.
Terjadinya banjir dikarenakan curah hujan yang sangat tinggi dan juga karena tidak dapatnya mengalir ke aliran Sungai Batangserangan yang mana debet air sungai Batangserangan juga sangat tinggi sehingga pintu air di Waduk tidak dapat di buka,. Sedangkan pompa waduk hanya 2 unit yang dapat beroperasi dan air yang di pompa juga sangat kecil.
Sejumlah fasilita sumum terdampak banjir Kantor Polsek Tanjung pura air hingga masuk dalam ruanga Kantor dan Sel tahanan dan Mushola Polsek Tanjung Pura hingga ketinggian 10 cm ( jalan Bambu Runcing ), Asrama dan rumah Dinas Polsek Tanjung Pura air masuk kedalam asrama hingga ketinggian 10 cm ( jalan Bambu runcing )
Kantor koramil 11 Tanjung Pura air mengenai halaman dan masuk ke ebagian kantor belakang serta Rumah dinas. ( Jalan Bambu runcing ), Rumah Ibadah Gereja HKBP ( jalan Bambu runcing ), Sekolah SD 5 dan SD 10 ( jalan Bambu runcing ,halaman dan tumah warga masyarakat dengan ketinggian air hingga 50 cm dan jalanan bambu runcing Kelurahan Pekan Tanjung pura ketinggian air hingga 30 cm.
Di kecamatan Tanjung Pura yang mengalami bencana banjir terutama di daerah yang sangat rendah serta tempat tinggalnya di daerah bantaran sungai Batang serangan dan Sungai mati.- Kurang maksimalnya pompa Air di waduk untuk membuang ke aliran sungai sehingga air tetap tergenang dan tingginya debet air sungai Batangserangan sehingga pintu air tidak dapat dibuka.

Untuk sekolah yang mengalami musibah banjir pihak Kepala Sekolah meliburkan siswanya dan kegiatan belajar mengajar akan dilaksanakan kembali apabila air sudah surut dan tidak menggenangi Sekolah.
Upaya mengatasi , pihak BPBD terus melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan dan desa, termasuk dengan Dinas Kesehatan melalui Puskemas untuk pelayanan kesehatan serta memonitor prakiraan cuaca dan peringatan dini dari Website BMKG dan menyampaikannya kepada pihak Kecamatan atau Desa, sebutnya (BB-2)
















