El Nino Kuat Picu Karhutla, 518 Titik Panas di Kalimantan Terdeteksi dalam Sehari

FOTO: Ilustrasi Karhutla Kutai Barat Meluas, 415,51 Hektare Hutan dan Lahan Terbakar. (Istimewa- via Detiknews)
banner 120x600
banner 468x60

BBSNews.id -Jakarta – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan menyebabkan kabut asap tebal. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab kemunculan titik-titik karhutla.

 

banner 325x300

Titik karhutla terjadi salah satunya karena kondisi iklim yang begitu kering efek dari El Niño. Kondisi iklim kering ini lantas membuat lahan mudah dibakar dan menimbulkan banyak asap.

 

“Kondisi iklim kering menjadi kondisi, membuat lahan dibakar dan banyak asap,” kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan kepada detikcom, Jumat (21/8/2026).

 

Ardhasena juga menjelaskan hasil monitoring per Agustus 2026. Dalam monitoring tersebut, El Niño dalam intensitas yang sangat kuat.

 

“Hasil monitoring pada Dasarian I Agustus 2026 menunjukkan indeks IOD dasarian (indeks bulanan) sebesar +0.457 (Juli: +0.242). Sementara itu, nilai SSTA di region Nino3.4 secara dasarian (ENSO bulanan) adalah sebesar +2.77 (Juli: +2.20), yang menunjukkan El Nino dengan intensitas sangat kuat,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa sebanyak 76,5% wilayah Indonesia (535 ZOM) mengalami Musim Kemarau. Tingkat status kemaraunya pun beragam.

 

Untuk Kalimantan berada di status waspada dan siaga. Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masuk dalam status waspada. Sedangkan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan masuk status siaga.

 

Dia mengatakan mitigasi karhutla harus terus dilakukan. Sebab, masih ada beberapa titik api yang perlu dimitigasi. “Masih banyak titik api yang perlu dimitigasi,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat peningkatan titik panas atau hotspot akibat kebakaran hutan di Kalimantan. Hotspot meningkat empat kali lipat dalam sehari.

 

“Berdasarkan pemutakhiran Sistem Pemantauan Karhutla (SIPONGI) Kementerian Kehutanan, pemantauan Satelit NASA-MODIS/Terra-Aqua dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence menunjukkan perkembangan hotspot yang dinamis selama 17-19 Agustus 2026,” demikian dikutip dari situs resmi Kemenhut, Jumat (21/8/2026).

 

Pada 17 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, menurut data Kemenhut, terdapat 93 hotspot berkepercayaan tinggi di Kalimantan Barat, 28 hotspot di Kalimantan Tengah, dan dua hotspot di Kalimantan Selatan. Jumlah keseluruhan di ketiga provinsi tersebut mencapai 123 titik.

 

Pada 18 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, hotspot di Kalimantan Barat turun menjadi 15 titik. Sementara, Kalimantan Tengah meningkat menjadi 73 titik dan Kalimantan Selatan menjadi 21 titik. Jumlah keseluruhan hotspot berkepercayaan tinggi pada hari tersebut mencapai 109 titik.

 

Peningkatan hotspot secara signifikan terdeteksi pada 19 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB. Kemenhut mencatat ada 259 hotspot berkepercayaan tinggi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah 242 hotspot, dan Kalimantan Selatan 17 hotspot.

 

“Jumlah keseluruhan di ketiga provinsi mencapai 518 titik atau lebih dari empat kali lipat dibandingkan hari sebelumnya,” demikian keterangan Kemenhut.

 

Secara kumulatif selama 17-19 Agustus 2026, terdeteksi 367 hotspot berkepercayaan tinggi di Kalimantan Barat, 343 hotspot di Kalimantan Tengah, dan 40 hotspot di Kalimantan Selatan. Kemenhut menyebut total hotspot berkepercayaan tinggi di ketiga provinsi selama periode tersebut mencapai 750 titik.(Detiknews).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *