BBSNews.id – Deliserdang – Tabrakan beruntun terjadi di jalan nasional Medan-Berastagi. Truk Fuso bermuatan galon air mineral diduga mengalami rem blong hingga menabrak delapan kendaraan lain persis di depan Rumah Makan Garuda Grand Hill, Jalan Jamin Ginting Km 44-45, Desa Suka Makmur Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (17/7/202) sekira Pukul 10.30 WIB.
Peristiwa nahas tersebut melibatkan sembilan kendaraan, terdiri dari satu truk Fuso, dua truk Colt Diesel, lima minibus, dan satu sepeda motor.
Akibat kejadian itu, 12 orang menjadi korban, dengan rincian empat orang meninggal dunia dan delapan orang mengalami luka-luka.
Korban meninggal dunia masing-masing Heppi Sitinjak (60), warga Sidikalang; Dinaria Manik (60), warga Sidikalang; Samsir Sitinjak (30), warga Sidikalang dan Anton Simorangkir.
Sementara dua korban luka dirawat di Puskesmas, yakni Siti Mawan (61 )dan Pebrianto Siburian (31). Enam korban lainnya dirujuk ke RSUP H. Adam Malik Medan, yaitu Rafika Lince 41, Harta Ulina 50, Seventri Amandasari Manihuruk (27), Five Sitinjak (11), Gabe Roida Sitinjak (18), dan Rinto Sitinjak (23).
Berdasarkan informasi awal, truk Fuso yang dikemudikan Il (50) melaju dari arah Tanah Karo menuju Medan. Saat melintasi lokasi kejadian, kendaraan tersebut diduga mengalami rem blong sehingga kehilangan kendali dan menghantam delapan kendaraan di depannya.
Seluruh korban telah dievakuasi oleh petugas gabungan ke fasilitas kesehatan terdekat. Sementara pengemudi truk Fuso telah diamankan di Polsek Pancur Batu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Petugas juga berhasil mengevakuasi seluruh kendaraan yang terlibat sehingga arus lalu lintas di jalur Medan-Berastagi kembali normal dan dapat dilalui dari kedua arah.
Pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Dugaan rem blong masih akan didalami melalui pemeriksaan kendaraan, keterangan saksi, serta hasil penyelidikan petugas.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan kelaikan kendaraan angkutan barang, khususnya sistem pengereman, mengingat jalur Berastagi -Medan- merupakan kawasan dengan medan menurun dan rawan kecelakaan.(BB-2).
















