BBSNews.id – Padangsidimpuan -Mahasiswa yang berasal dari Sumatera Utara (Sumut) yang tergabung dalam Pengurus Besar Ikatan Mahasiswa Sumatera Utara (PB IMSU) masuk Istana Negara dan mengajak Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka mendorong Hari Ulos Nasional Menuju UNESCO.
Hal itu disampaikan saat PB IMSU yang dipimpin langsung Ketua Umum PB IMSU, Lingga Pangayumi Nasution saat duduk bersama Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Minggu (8/2) saat menghubungi.
Pertemuan yang cukup lama tersebut membahas upaya pelestarian Ulos sebagai warisan budaya luhur bangsa yang tidak hanya dijaga melalui pendekatan tradisional, tetapi juga didorong masuk ke dalam ekosistem teknologi melalui pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai strategi pelestarian kebudayaan nasional di era digital.
Dalam penyampaian Ketua Umum PB IMSU, Lingga Pangayumi Nasution, bahwa Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka mengapresiasi inisiatif dan semangat PB IMSU dalam mengangkat kembali nilai filosofis dan kultural Ulos sebagai identitas budaya Sumatera Utara sekaligus bagian dari kekayaan budaya Indonesia.
Menurutnya, langkah tersebut selaras dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan nasional agar tetap lestari serta dapat diwariskan kepada generasi penerus.
Dalam pertemuan itu Lingga juga menceritakan bahwa Wapress Gibran juga menyampaikan dukungan terhadap upaya pengajuan Ulos sebagai Warisan Budaya Tak Benda kepada UNESCO.
Saat ini, Ulos diketahui telah masuk dalam daftar tunggu pengajuan pada organisasi internasional tersebut sebagai bagian dari penguatan legitimasi budaya Indonesia di tingkat global.
PB IMSU pada kesempatan tersebut turut mengusulkan penetapan tanggal 17 Oktober sebagai Hari Ulos Nasional, “ya muda – mudaan diterima,” karena merujuk pada tanggal ditetapkannya Ulos sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 17 Oktober 2014.
Usulan ini diharapkan menjadi momentum nasional tahunan, sebagaimana peringatan Hari Batik Nasional, guna memperkuat kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya pelestarian Ulos.
Lingga Pangayumi Nasution, mengurai bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai jembatan antara tradisi dan teknologi.
“Merawat warisan budaya tidak cukup hanya dengan menjaga, tetapi juga dengan memodernisasi cara menjaganya. Ulos harus hidup tidak hanya di tenunan tangan, tetapi juga masuk dalam ruang digital,” katanya.
Semoga pertemuan tersebut bersama Wakil Presiden menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara generasi muda dan pemerintah dalam memastikan warisan budaya Indonesia tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
Adapun sedikit tentang profil Lingga Pangayumi Nasution, yang merupakan NASUTION keturunan dari Bagas Godang Gunung Tua Panyabungan (dari Patuan Siramboja anak dari Batara Guru/raja pertama Nasution Gunung Tua)
Selain sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Mahasiswa Sumatera Utara, Lingga juga kader aktif Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta Selatan yang pernah menulis buku tentang Jejak Islam di Mandailing Sejarah Peran dan Fungsi Ulama, serta buku keduanya mengenai Biografi Ulama di Bumi Gordang Sambilan.(Ant).
















