BBSNews.id – Langkat – Kasus pembacok Lisa Ardi, wartawan Posmetro di Kabupaten Langkat,Provinsi Sumatera Utara pasca dilaporkan setengah tahun lalu di Polres Langkat, belum berhasil ditangkap. Sesuai Laporan Polisi Nomor: LP/B/329/VII/2024/SPKT/POLRES LANGKAT/POLDA SUMATERA UTARA, tanggal 07 Juli 2024.
Ironisnya pelaku belum ditangkap, namun beberapa kali Ardi dan keluarga mendapat ancaman keselamatan dari seseoarng yang diduga salah seorang pelaku, bila korban Ardi tidak menncabut laporan atas dirinya di Polres Langkat.
“Dia (pelaku) minta aku cabut laporannya bang, katanya percuma laporan ku di Polres Langkat tidak akan pernah ditanggapi, karena semua sudah dikondisikan,” ungkap Ardi saat ditemui di Securai Utara, Kecabatan Babalan, belum lama ini.
“Jadi kalau laporan itu gak dicabut, dia bilang hati hati dengan keselamatan ku dan keluarga aku. Apalagi sempat dia masuk penjara karena laporan ku, lepas dari penjara dia akan balas, sasarannya aku dan keluarga. Ancaman ini dua kali disampaikan ke aku saat jumpa di jalan bang,” tambah Ardi.
Dirinya pun sangat berharap Polres Langkat segera menangkap para pelaku pembacokan dan bandar narkoba yang diduga kuat sebagai otak pelaku.
Sebab menurutnya, hasil visum sudah ada, istrinya salah satu saksi dan peristiwa terjadi di depan warung kedai milik warga, dimana pemilik warung melihat peristiwa itu.
“Artinya jika pihak Polres Langkat serius menangani kasus ini, dua unsur alat bukti semuanya sudah bisa tercukupi dan pelaku masih sering terlihat di Securai, jadi sudah dapat segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” harapnya.
Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Dedi Mirza dikonfirmasi sejumlah wartawan, Minggu (12/1/2025), menjelaskan pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan pihaknya tengah melakukan penyelidikan keberadaan pelaku. Sambil memohon informasi atas keberadan tersangka.
Diduga Terkait Pemberitaan
Pembacokan dialami Lisa Ardi diduga kuat direncanakan seseorang sebagai bandar sabu yang diduga terkait pemberitaan maraknya peredaran narkotika Kecamatan Babalan, Langkat terbitan Sabtu (29/6/2024).
Pemberitaan itu membuat bandar sabu itu terusik. Akibat pemberitaan pondok-pondok (barak) sabunya digerebek pihak berwajib kala itu. Diduga tidak terima seseorang diduga bandar sabu mengirim dua orang kaki tangannya untuk menculik diri Lisa Ardi.
Sebelum membacok, kedua pelaku sempat berdialog dengan Ardi. Mereka diketahui sudah saling kenal. Ardi awalnya tengah mengendarai sepeda motornya untuk menjalani aktivitas jurnalistik. Ditengah perjalanan, kedua pelaku yang mengendarai sepeda motor matic jenis yamaha mio menghentikan Ardi. (Red)
















