Daerah  

Pj Bupati Langkat kembali Bahas Kerjasama dengan Korea Selatan terkait Dana Hibah Pertanian

BERSAMA: Pj Bupati Langkat H. M. Faisal Hasrimy berfoto bersama Kim in dari Agriculture Cooperation Project ODA Korea Selatan terkait dana hibah bidang pertanian dari Agriculture Cooperation Project - Official Developement Assistant (ACP ODA) Korea di Ruang Kerja Kantor Bupati Langkat,Kamis (18/04/20204). (Foto dok/Ist).
banner 120x600
banner 468x60

BBSNews.id – Langkat – Menindaklanjuti permohonan dana hibah dari Agriculture Cooperation Project – Official Developement Assistant (ACP ODA) Korea, Pj Bupati Langkat H. M. Faisal Hasrimy kembali memimpin rapat kerjasama tersebut di Ruang Kerja Kantor Bupati Langkat, Kamis (18/04/20204).

 

banner 325x300

Usulan bantuan dana hibah ini didatangkan dari negeri Ginseng lewat Bappeda Litbang Kabupaten Langkat diperuntukkan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya pertanian dan ketersediaan prasarana dan sarana pertanian di Kabupaten Langkat sebesar 120 M.

 

Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Langkat,
Rina Wahyuni Marpaung menjelaskan bahwa bantuan hibah ini telah melewati tahapan pengusulan permohonan ke pemerintah Korea, pembahasan di Bappenas dengan Pemerintah Korea dan Indonesia, penajaman dan penyampaian hasil finalisasi tahun 2023.

 

” Tahapan selanjutnya tinggal menunggu persetujuan proposal dari pemerintah pusat dan Korea, ” ucap Rina.

 

Pimpinan tertinggi di Kabupaten Langkat H. M. Faisal Hasrimy, AP., M.AP memuji kinerja Bappeda Litbang Kabupaten Langkat yang telah berhasil mendatangkan dana hibah tersebut sebagai implementasi program kerjanya “Bubur Pedas”.

 

” Pemerintah daerah sangat merespon baik atas kerjasama atau hibah dari pemerintah luar. Semoga kolaborasi ini bisa berkelanjutan dan dapat bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Langkat,” tegas Hasrimy.

 

Mr. Kim in dari Agriculture Cooperation Project ODA menjelaskan bahwa dana hibah ini masuk di Kabupaten Langkat setelah melakukan survei dan telah mendapatkan izin dari Dinas Kehutanan provinsi Sumatera Utara.

 

“Tetapi Kementerian Pertanian Korea menyebutkan bahwa harus jelas manfaat dari dana tersebut baik untuk jalur produksi, lalu jalur menuju wisata sehingga infratruktur ini benar termanfaatkan”.

 

” Semoga ini bisa cepat terselesaikan sehingga manfaatnya langsung dimanfaatkan oleh masyarakat Kabupaten Langkat” harap Kim in. (BB-2).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *