BBSNews.id – Deliserdang – Ratusan karyawan tergabung Serikat Pekerja Perkebunan (SPP) PTPN II siap untuk mengamankan aset dan mengawal jalannya okupasi lahan Hak Guna Usaha (HGU) No.103 dengan luas 380 Hektar di kebun Bulu Cina yang direncanakan berlangsung Sabtu. (18/3/2023).
Pelaksanaan pengawalan jalannya Okupasi di kebun buluh cina yang di ikuti 300 serikat pekerja perkebunan (SPP) gabungan.Dalam kegiatan gabungan pihak PTPN II mengerahkan 30 alat berat untuk membongkar tanaman sawit yang di tanam di areal HGU Nomor 103 masih aktif.Tanaman sawit serta bangunan segera di bongkar masyarakat segera melaporkan kerugian ganti tanaman mendapatkan biaya kompensasi serta talih asih dari PTP Nusantara II .
Ketua Umum SPP PTP-Nusantara II Ir.Mahdian Tri Wahyudi,S.H,MH yang didampingi oleh Sekretaris, Jumadi Matanari dan Bendahara Dedi saat di Konfirmasi Wartawan mengungkapkan, sangat mendukung tindakan yang akan dilakukan PTPN II untuk mengambil kembali lahan HGU Nomor 103 yang selama ini dikuasai penggarap. Karena dengan kembalinya areal seluas 380 hektar di Kebun Bulu Cina itu akan menambah areal produksi PTPN II khususnya untuk tanaman kelapa sawit.
Untuk memperlancar proses okupasi itu, pihak SPP akan mengerahkan sekitar 300 anggota yang terdiri dari karyawan dari berbagai kebun yang ada di sekitar areal HGU Bulu Cina, seperti kebun Tandem, Sei Semayang, Kwala Madu, dan Kantor Direksi.
“Langkah mendapatkan kembali areal HGU ini tentu harus disikapi secara positif. Karena selama ini sudah cukup upaya persuasif yang dilakukan PTPN dua terhadap warga penggarap, namun sampai saat ini masih banyak diantaranya yang tetap ingin mempertahankan areal yang sudah cukup lama mereka kuasai secara sepihak,” jelas Mahdian Tri Wahyudi.
Areal seluas 380 hektar yang di garap terletak di Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang itu merupakan bagian dari 2.997 hektar HGU No.103 kebun Bulu Cina. Sejak tahun 1998, usai dilakukan okupasi pertama, warga yang mengatasnamakan kelompok tani kembali masuk ke areal HGU. Semua mereka hanya menanam jenis tanaman palawija. Namun karena saat itu pihak PTPN II menghadapi berbagai kendala, sehingga tidak mampu melakukan okupasi lanjutan, akhirnya para penggarap menanam kelapa sawit di areal tersebut.
Kalangan karyawan sangat mendukung langkah PTPN II melakukan okupasi terhadap areal HGU 103 Bulu Cina. Sesuai dengan agenda melakukan optimalisasi aset, maka kembalinya areal HGU itu akan semakin memantapkan langkah PTPN II untuk meningkatkan produksi perkebunan seperti yang telah ditargetkan Menteri BUMN Erich Thohir.
Sampai Kamis (18/3/2023) malam, persiapan pelaksanaan okupasi terus dilakukan tim PTPN II di sekitar lokasi HGU 103 Bulu Cina. Sejumlah alat berat dan personil beserta logistik pendukung sudah dipersiapkan secara matang untuk kegiatan tersebut. Diharapkan okupasi yang dilakukan bisa berjalan kondusif dan lahan HGU 103 seluas 382 hektar itu bisa kembali dikuasai PTP-Nusantara -II.(Susan)
















