Daerah  

Plt Bupati Syah Afandin Akan Wujudkan Langkat Sentra Tanaman Kedelai Terbesar di Sumut, Siap Tampung 30 Ribu Ha Tanaman Kedelai

banner 120x600
banner 468x60

BBSNews.id – Langkat – Plt.Bupati Langkat H.Syah Afandin,SH menggalakkan gerakan tanam kedelai mendukung peningkatan luas tambah tanam, Produksi dan Provitas Kedelai di Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2023 di Areal Gapoktan Cinta Damai Desa Paya Rengas Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat, Kamis (2 /2/2023).

 

banner 325x300

Bibit yang akan disalurkan di Kabupaten Langkat berjumlah 15.500 Kg dalam 1 hektar mendapatkan 50 kg. Dalam kesempatan ini 18 kelompok di 5 kecamatan yang mendapatkan di antaranya kecamatan Hinai,Kecamatan Stabat, Kecamatan Besitang, Kecamatan Sirapit dan Kecamatan Secanggang .

 

1.Hinai 5 kelompok dengan luas lahan 150 Hektar

2.Stabat 6 Kelompok dengan luas tanah 85 Hektar

3.Besitang  2 Kelompok dengan luas tanah 40 Hektar

4.Sirapit 5 Kelompok dengan luas tanah 25 Hektar

5.Secanggang 1 Kelompok dengan luas tanah 10 Hektar

Plt Bupati Langkat, Syah Afandin mengaku sangat berbahagia pada hari ini sudah terbukti perhatian Pemerintah Pusat kepada Kabupaten Langkat ini.”Bukan hal yang mudah 5000 hektar untuk tahap pertama dibantu untuk bibit kedelai sudah disampaikan, dengan tujuannya supaya Langkat ini sebagai barometer untuk produksi kedelai di Provinsi Sumatera Utara,” ucapnya.

 

Hari ini kebahagiaan saya datang di karenakan masyarakat mempunyai jalan keluar untuk mengatasi persoalan-persoalan-persoalannya terutama para petani hari ini kita dibantu gratis untuk benih kedelai bahkan sudah panen beliau sendiri juga membeli hasil panen bapak/ibu tetapi di jadikan benih kedelai yang siap untuk di tanam dan akan di hargai 15 rb- 18 rb/Kg.

Kedelai merupakan kebutuhan nasional dalam negeri Karena kita masih mengimpor kedelai dari luar sementara lahan kita cukup.

 

Syah Afandi juga siap menampung 30 Ribu Hektar apabila di percayakan untuk menanam kedelai. kita dapat  bekerja sama dengan kelompok-kelompok lain untuk menanam kedelai.

Ini bukan merupakan tanaman yang sulit yang penting petani mau untuk menjadi jalan keluar bagi para petani, “Saya mau Langkat menjadi sentra tanaman kedelai di Sumatera Utara mengatasi inflasi saat ini yang terjadi,”, sebutnya .

 

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara Rajali,S.Sos, M.SP menyampaikan bahwasannya Kabupaten Langkat dulunya merupakan merupakan penghasil kacang kedelai yang sangat bagus, dan kami pemerintah Provinsi Sumatera Utara fokus untuk mengembalikan kabupaten langkat menjadi penghasil kedelai terbesar di Sumatera Utara ucapnya.

Komunitas kedelai di Langkat saya harapkan  nantinya terwujud menjadi penghasil kedelai terbesar di Sumatera Utara. “ Kepada Bapak Ibu sekalian saya ucapkan terima kasih dan selamat datang kepada Direktur AKABI Kementerian Pertanian RI dan terima kasih kepada bapak Plt.Bupati yang sudah menyiapkan lahan Rp5.000 hektar di Langkat,” sebutnya .

 

Disebutkannya , kami dari  Kementerian Pertanian RI membawa berita gembira untuk para kelompok petani kedelai di Langkat melalui Direktur AKABI, dirinya meminta agar dapat mempergunakan seluruh dana dan anggaran di Kementrian. Sebab ,sebutnya pula  tahun lalu sebanyak  200 Milyar anggaran  di kembalikan kepada negara, karena petani tidak mau menanam kedelai di sebabkan harga jual yang murah.  Dari pada d kembalikan mari kita tanam kedelai, “jelasnya .

 

 

Direktur AKABI Kementerian Pertanian Ir.Yuristianto MM sangat mengapresiasi kesungguhan petani dan terlihat dari kegiatannya bukan rekayasa.  “Terlihat dari tempat acara tampak petani juga masih pada bekerja seperti yang terjadi di depan kita ini. Tolong wartawan diekspos. “,sebutnya

 

Dirinya  juga menargetkan untuk  di Provinsi Sumatera Utara seluas 30.000 hektar yang akan tanami kedelai.  Kedelai nantinya  tidak hanya ditanam di lahan sawah namun dapat juga ditanam di lahan jagung maupun pohon kepala sawit yang masih kecil,jelasnya .

 

Yuris juga mengatakan para petani untuk tidak ragu  menanam kedelai di karenakan harga sekarang sudah bagus Rp 11.500/ perkilogramnya . Sebaliknya bila Bapak/Ibu  petani menjadikan untuk benih maka harga jakan semakin mahal atau tinggi , sebutnya pula .

 

.

Disebutkannya , petani dapat memperoleh bantuan sebanyak 2 kali dalam 1 tahun dengan ketentuan 2 musim, “ Saya harap semua pelaksanaan nya agar tidak fiktif, apa bila bantuan yang di berikan dikerjakan fiktif,maka  Bapak/Ibu siap di proses, jelas Yuris mengingatkan petani

Turut hadir Kabag Logistik Kompol H. Manurung, Kadis pertanian Langkat Hendrik Tarigan, S.Pt, M.M.AP, Kadis Kominfo Langkat H.Syahmadi,S.Sos,M.SP, Kabag Prokopim  Setda Langkat Mahardhika Sastra Nasution,S.STP, Kabag Prekonomian Setda Langkat  Nuryansyaha Putra, M.Si, Camat Hinai Bahrum, SE, Prokopimca Hinai, dan Kelompok Tani. (Suk).

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *