BBSNews.id – Cianjur – Jumlah korban bencana gempa bumi berkekuatan 5,6 magnitudo terus bertambah. Bahkan berdasarkan data terbaru, jumlah korban meninggal mencapai 162 orang.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, mengatakan gempa yang terjadi pada pukul 13.20 WIB tersebut berskala sedang namun mengakibatkan daya rusak yang luar biasa.
Tercatat total korban meninggal dunia mencapai 162 orang, dan korban luka ringan sebanyak 326 orang.
Mohon maaf saya sampaikan berita buruk, korban meninggal kejadian 162 orang dan 326 luka berat yang didominasi patah tulang hingga luka akibat benturan,” kata Ridwan Kamil saat jumpa pers di Pendopo Cianjur, Senin (21/11/2022).
Pria yang akrab disapa Kang Emil ini juga mengatakan jika ada 13.784 warga yang mengungsi. Sedangkan untuk jumlah bangunan yang rusak lebih dari 2.000 unit.
“Pengungsi akan dibagi dalam belasan posko pengungsian yang dibangun di berbagai wilayah yang terdampak, terutama di wilayah Cugenang. Untuk rumah rusak, itu berdasarkan klasifikasi kerusakan 60-100 persen,” kata dia.
Dia meminta warga untuk tetap waspada, mengingat gempa susulan masih terus terjadi. “Gempa susulan masih terjadi, masyarakat diminta untuk tetap waspada,” pungkasnya.
Pusat Gempa Kedalaman 10 Km
Sementara Gempa bumi magnitude 5,6 mengguncang wilayah Cianjur, Jawa Barat pada hari Senin (21/11) pukul 13:21 WIB, menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Pusat gempa berada di darat pada kedalaman 10 kilometer pada koordinat 6,84 Lintang Selatan dan 107,05 Bujur Timur. Pusat gempa sekitar 10 kilometer barat daya Cianjur, Jawa Barat.
Wilayah yang merasakan getaran, pada skala MMI V-VI adalah Cianjur, skala IV – V Garut, dan Sukabumi, skala III Cimahi, Lembang, Kota Bandung, Cikalong Wetan, Rangkasbitung, III Bogor, dan Bayah, skala II – III Rancaekek, Tangerang Selatan, DKI Jakarta, Depok, Tangerang, dan skala III di Bakauheni.
Ini termasuk gempa dengan kekuatan besar dan pada kedalaman yang relative dangkal, dan dikhawatirkan menimbulkan kerusakan pada bangunan. Guncanganya sendiri terasa sampai ke Jakarta dan Bakauheni.
BMKGmenyarankan warga untuk berhati-hati terhadap kemungkinan gempa bumi yang dapat terjadi. Sejauh ini belum ada informasi tentang dampak gempa tersebut.(Dtk/ SH.Com)
















