Sumut  

Akibat Konflik, BBKSDA Sumut Akan Tangkap Harimau Sumatera Dengan Kandang Jebak

Pertemuan: Tim Penanggulangan Konflik Satwa dengan masyarakat menggelar pertemuan di Balai Desa Batu Jonjong Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara Senin (7/2/2022). (Foto Dok/ BBKSDA Lkt)
banner 120x600
banner 468x60

BBSNews.id – Langkat – Menyusul  dua ekor ternak lembu warga kembali  dimangsa Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) di Desa Batu Jonjong Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara,  Tim Penanggulangan Konflik Satwa dengan  masyarakat  menggelar pertemuan di Balai Desa setempat, Senin (7/2/2022).

 

banner 325x300

Pertemuan dihadiri Kades Batu Jonjong, BBKSDA Sumut , BBTNGL, KPH, Bhabinsa, perwakilan Camat Bahorok, YHUA, YSHL, WCS  dan pemilik lembu.  Dari kesepakatan diperoleh, BBKSDA Sumut akan menangkap satwa itu dengan kandang jebak  karena keberadaannya kerap  mengincar hewan ternak dan mulai  meresahkan aktivitas  masyarakat pergi ke ladang.

 Kepala Seksi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut  wilayah Langkat, Herbert Aritonang  dikonfirmasi wartawan membenarkan  terkait konflik satwa itu, BBKSDA Sumut sudah memasang kandang jebak dan Rabu besok (9/2 -Red) BBKDSA kembali akan memasang satu lagi kandang jebak dilokasi yang disurvey hari ini.

 

“Kandang jebak milik BBKSDA Sumut sudah terpasang   dan satu lagi kandang jebak dari mitra yayasan PETAI  juga akan dipasang hari ini  (Selasa 8/2/2022), “,sebut Herbert Aritonang kepada wartawan via telepon selularnya Selasa  (8/2/2022).

 

 Diakuinya penangkapan satwa dilindungi  dilakukan  dengan tujuan untuk mengevakuasi satwa ini nantinya . Sebelumnya Herbert mengaku, Harimau Sumatera ini  telah beberapa kali konflik sejak tahun 2020  yakni di Desa Namo Unggas, Lau Damak, Timbang Lawan dan Timbang Jaya Kecamatan Bahorok. Sedangkan BBKSDA  dan Tim  telah berulangkali melakukan penghadangan  ke lokasi dengan tembakan dan suara ledakan mercon.

 

 Untuk  penangkapan itu  Herbert mengaku akan  melibatkan ahli (pawang)  yang didatangkan dari Tapanuli Selatan . “ BBKSDA Sumut  mendatangkan pawang dari Tapsel, untuk   membantu penanganan konflik  satwa di  Kecamatan Bahorok saat ini ”, sebut Herbert.

 

 Dalam pertemuan itu masyarakat desa Batu Jonjong mengaku resah dan takut bila pergi ke ladang untuk bercocok tanam, setelah dua ekor  ternak lembu warga  mereka kembali dimangsa oleh satwa dilindungi itu di Desa Batu Jondong dan sekitarnya.  Yakni milik Sunar pada   1 Februari dan lembu milik Hendri pasda  5 Februari 2022.

 

Pasca  itu   warga bila bepergian khususnya ke ladang  selalu meminta pendampingan dari petugas  bersenjata. Tim penanggulangan konflik mengaku mereka mendampingi warga secara berkelompok  dan saat ini (mereka)  akan berkordinasi dengan Camat, Polsek dan Koramil terkait pendampingan tersebut menyusul  Tim, saat ini sedang focus pada penanganan satwa.(BB-2).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *