BBSNews.id – Langkat – Kapolres AKBP Danu Pamungkas Totok mengakui sesuai hasil penyelidikan Satuan Reserse Kriminal Polres Langkat, peristiwa keributan menyebabkan hilangnya nyawa seseorang sesuai informasi di media online di PKS brondolan di Desa Paya Mabar Kecamatan Stabat, ternyata peristiwanya tidak benar terjadi.
“Sesuai informasi media online pada Minggu (31.1/2922-red) itu tidak benar dan peristiwanya tidak pernah terjadi di wilayah hukum Polres Langkat, “sebut Kapolres Langkat pada wartawan di Mapolres Langkat di Stabat, Minggu (7/2/2022).
Kapolres mengaku sesuai penyelidikan ke pabrik kelapa sawit (PKS) milik ES seperti yang diberitakan itu . Hasilnya, tidak pernah ada terjadi perkelahian yang berujung pada kematian di PKS tersebut.
Seiring informasi yang didapat, Kapolres menerangkan yang bersangkutan mendapatkan video dengan nama WA grup truk seluruh wilayah Sumatera dari Aceh hingga Lampung, adanya perkelahian yang diduga meninggal dunia. Namun sesuai keterangan yang didapat bahwa ada tiga pabrik antara Stabat dan Secanggang , ternyata dari pengakuan pengawas maupun juga yang lainnya tidak ada ditemukana peristiwa itu.
Sesuai berita online tersebut, karena diduga nomor antrian memasukkan buah kelapa sawit, dua orang tewas bersimbah darah dengan masing-masing luka menganga di bagian kepala. Sementara ada seorang lainnya mengalami luka di bagian pergelangan tangan kirinya.
Sayangnya, peristiwa penghilangan nyawa orang lain yang terjadi di salah satu pabrik brondolan kelapa sawit tersebut, tidak terendus pihak kepolisian. Karena ada dugaan, pihak pemilik pabrik dan karyawan menutup-nutupi kasus itu.
Info yang diterima media online yang menyebarkan berita itu dari sumber yang juga merupakan warga pemasok berondolan sawit di pabrik tersebut menyebutkan, bahwa kedua korban tewas bernama Rudi, warga Aceh dan Dedi, warga Tebingtinggi.
Sementara yang menderita luka di pergelangan tangannya belum diketahui namanya. (BB-2).
















