Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar Bandung, Pelaku Tewas, 1 Polisi Gugur, 9 Luka

banner 120x600
banner 468x60

BBSNews.id Bandung – Suasana pada Rabu (7/12/2022) pagi di Polsek Astana Anyar, Kota Bandung, berubah jadi mencekam. Seorang lelaki tiba-tiba menerobos barisan apel anggota kepolisian dan meledakkan diri di halaman kantor polsek tersebut.

 

banner 325x300

Insiden mengerikan itu terjadi sekitar pukul 08.20 WIB. Saat itu, anggota Polsek Astana Anyar sedang melakukan apel di halaman. “Pukul 08.20 WIB, Polsek Astana Anyar sedang apel, satu orang laki-laki masuk ke Polsek mengacungkan senjata tajam,” kata Kapolrestabes Bandung Kombes Aswin Sipayung.

 

Pelaku yang membawa sajam itu kemudian menerobos barisan anggota. Polisi yang sedang apel lantas menghindar. “Anggota menghindar dan terjadi ledakan, pelaku membawa bom. Diduga bom bunuh diri, pelaku meninggal dunia,” jelasnya.

 

Kejadian ini membuat geger warga di sekitar. Warga panik dan berlarian menjauh dari lokasi kejadian. Tim Gegana Polda Jabar lalu diterjunkan untuk melakukan pengecekan.

 

Sebanyak 11 orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar. Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana mengatakan, 10 dari 11 korban adalah anggota polisi. Ia juga menyatakan ada satu anggota polisi meninggal akibat ledakan tersebut.

 

“Akibat ledakan itu, 11 orang menjadi korban, terdiri atas 10 polisi, satunya anggota meninggal dunia atas nama Sofyan, 9 masih dalam kategori luka-luka diakibatkan pecahan serpihan ledakan tersebut,” ungkap Suntana.

 

Identitas pelaku turut dibenarkan kakek tirinya, Supono (84). Supono memastikan wajah pada mayat yang tubuhnya terpotong saat aksi bom bunuh diri itu terjadi merupakan cucunya. “Iyah betul, itu Agus. Dia cucu tiri saya,” kata Supono saat ditemui di kediamannya.

 

Dari keterangan yang didapat detikJabar dari Supono, Agus merupakan mantan napi teroris (napiter) yang mendekam di Lapas Nusakambangan pada 2017. Agus lalu bebas bersyarat pada 2021.

 

Supono mengaku sudah lepas komunikasi dengan Agus sejak lama. Termasuk saat dipenjara di Nusakambangan, Supono sudah tidak pernah berkomunikasi lagi dengan Agus.

 

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengungkap pelaku bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jabar. “Pelaku terafiliasi dengan JAD Bandung atau JAD Jawa Barat. Tim bekerja untuk bisa menuntaskan apa yang terjadi,” kata Sigit usai meninjau lokasi, Rabu (7/12/2022).

 

Sigit juga mengatakan saat ini satgas telah bergerak untuk mengusut tuntas jaringan pelaku. “Dari olah TKP ini kita lakukan proses pencarian terhadap kelompok yang terafiliasi dengan pelaku di TKP,” kata Sigit.

 

Ia mengatakan Agus pernah ditangkap saat peristiwa bom di Cicendo Kota Bandung pada 2017. Agus kemudian menjalani masa tahanan di Lapas Nusa Kambangan. “Empat tahun dihukum. Bulan September 2021, bebas,” kata Sigit usai meninjau lokasi kejadian, Rabu (7/12/2022).

 

Pihak kepolisian selama ini memantau kegiatan Agus Muslim usai bebas dari Lapas Nusakambangan. Ia juga memastikan Agus Muslim masuk dalam kategori kelompok yang masih merah dalam proses deradikalisasi. “Jadi yang bersangkutan ini sebelumnya ditahan di LP Nusakambangan. Artinya, dalam tanda kutip masuk kelompok masih merah. Proses deradikalisasi membutuhkan tehnik dan taktik berbeda,” kata Sigit.

 

Dikonfirmasi oleh Polda Jabar, jenis bom yang digunakan Agus Sujatno saat aksi bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Kota Bandung, adalah bom panci yang terletak di depan dan belakang tubuh. Hal tersebut dikatakan Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo setelah melihat CCTV yang ada di Polsek Astana Anyar. (dtc)

 

Editor Sukardi

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *