Daerah  

Warga Langkat Diterkam Harimau Sumatera di Sei Lepan

DIRAWAT: Korban Jerimia Piranda saat drawat di RS Bidadari Wampu Stabat untuk perawatan intensif. (Foto dok/Ist).
banner 120x600
banner 468x60

 

BBSNews.id – Langkat –Seorang warga  di Kabupaten Langkat mengalami luka serius akibat diterkam Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) saat memanen cabe di kebun Barak Itir Dusun V Aman Damai, Desa Harapan Maju, Senin (11/3/2024) sekira Pukul 17.30 WIB.

banner 325x300

 

Akibat peristiwa itu korban bernama Jerimia Peranda Ginting (25) Warga Dusun V Aman Damai Desa Harapan Maju Kecamatan Sei Lepan Kabupaten Langkat, yang masih dalam kondisi sadar dilarikan ke Rumah Sakit Bidadari Stabat untuk perawatan medis.

 

Informasi diperoleh wartawan,  Senin sore itu Jerimia bersama kedua orangtua Ramli dan Lela Inderiyani sedang memanen cabe. Namun setahu bagaimana tib atiba anaknya bergelut dengan seekor Harimau . Melihat itu kedua orangtuanya memberanikan diri dan melakukan penghalauan satwa itu.

 

“Kedua orangtuanya menghalau dan harimau itu, ” sebut Kasi Humas Polres Langkat AKP Rajendra Kusuma kepada wartawan, Selasa(12/3/2024).

 

Disebutkannya, melihat kejadian itu  kedua orangtua langsung melakukan perlawanan dengan  menggunakan alat kayu dan parang dan  Harimau tersebut dan melepaskan anaknya dan berlari ke semak-semak ke arah  kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

 

Akibat peristiwa itu, korban mengalami luka gigitan yang  serius dibagian leher, kepala dan tangan. Kondisi korban saat itu masih sadar sehingga dibawa ke Rumah Sakit Bidadari Stabat untuk perawatan medis” sebutnya.

 

Kapolsek Pangkalan Brandan melalui Bhabinkamtibmas menghimbau warga agar tetap waspada saat beraktivitas di areal yang berbatasan dengan kawasan TNGL. Mengingat di kawasan tersebut merupakan kawasan ekosistem binatang liar jenis Harimau Sumatera dan Gajah.

 

Diakuinya, populasinya saat liar itusaat ini semakin langka, namun Polres Langkat sudah berkoordinasi dengan pihak instansi terkait agar Harimau Sumatera  tersebut tidak keluar dari habitatnya dan memasuki pemukiman dan kebun warga,” kata Kasi Humas. (HSM).

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *