Gagal Gelar Piala Dunia U-20 , Indonesia Diprediksi Rugi Capai 15 T

banner 120x600
banner 468x60

BBSNews.id – Jakarta – FIFA akhirnya mengambil keputusan terkait Piala Dunia U-20. FIFA menyatakan Indonesia batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

Dilansir dari detikNews, Rabu (29/3/2023), keputusan tersebut setelah Ketua PSSI Erick Thohir bertemu dengan Presiden FIFA Gianni Infantino.

banner 325x300

“FIFA telah memutuskan, karena keadaan saat ini, untuk membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah FIFA U-20 World Cup 2023,” demikian keterangan di situs resmi FIFA.

Namun FIFA belum mengumumkan negara yang akan bertindak sebagai tuan rumah menggantikan Indonesia. FIFA memastikan jadwal Piala Dunia U-20 tidak berubah.

“Potensi sanksi terhadap PSSI juga dapat diputuskan pada tahap selanjutnya,” demikian pernyataan FIFA.

 

Meski demikian, FIFA tetap berkomitmen membantu PSSI dan bekerja sama erat dengan dukungan pemerintahan Presiden Jokowi dalam proses transformasi persepakbolaan Indonesia pasca-Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Oktober 2022. Anggota dari FIFA disebut akan terus hadir di Indonesia dalam beberapa bulan mendatang.

Pertemuan berikutnya antara Presiden FIFA dan Ketum PSSI untuk pembahasan lebih lanjut akan dijadwalkan dalam waktu dekat.

 

Diprediksi Rugi Capai  15 T

 

Sementara itu kegagalan Indonesia menggelar ajang Piala Dunia U-20 melahirkan efek domino yang menyebabkan negara dibayang-bayangi potensi kerugian mencapai Rp 10-15 Triliun.

Pengamat pariwisata nasional, Taufan Rahmadi menyodorkan hitung-hitungan kasar berapa kerugian yang akan diderita Indonesia bila gagal menggelar Piala Dunia U-20.

 

Kerugian itu tentunya dihitung dari sektor pariwisata yang terdampak langsung atas batalnya event kelas dunia itu. Tak main-main, menurut Taufan kerugiannya bisa mencapai ratusan juta dollar.

 

“Jika kita berhitung angka kasar dari kerugian gagalnya Piala Dunia U-20 ini diperkirakan bisa kehilangan potensi pemasukan mencapai 200 juta dollar lebih, bahkan mungkin bisa menyentuh angka 500 juta dollar,” kata Taufan kepada detikTravel, Kamis (30/3/2023).

 

Taufan pun menjelaskan, para wisatawan mancanegara biasanya akan menonton langsung pertandingan tim dari negaranya. Biasanya lama length of stay mereka bisa sampai 7 hari, atau bahkan lebih, tergantung hingga sejauh mana tim mereka mampu melaju. Jika ada sekitar 50.000 wisman, tinggal dikalikan saja berapa potensi kerugiannya.

 

“Mereka rata-rata menginap bisa sampai di atas 1 minggu, atau bahkan mungkin 14 hari, karena mereka mengikuti pertandingan-pertandingan dari tim-tim negara mereka. Kalau 14 hari, berarti dengan jumlah ribuan kamar yang tidak jadi dibooking, dengan length of stay sepanjang itu, bisa dihitung kan berapa potensi kerugiannya,” jelas Taufan.

 

Jakarta – Kegagalan Indonesia menggelar ajang Piala Dunia U-20 melahirkan efek domino yang menyebabkan negara dibayang-bayangi potensi kerugian mencapai Rp 10-15 Triliun.

Pengamat pariwisata nasional, Taufan Rahmadi menyodorkan hitung-hitungan kasar berapa kerugian yang akan diderita Indonesia bila gagal menggelar Piala Dunia U-20.

 

Kerugian itu tentunya dihitung dari sektor pariwisata yang terdampak langsung atas batalnya event kelas dunia itu. Tak main-main, menurut Taufan kerugiannya bisa mencapai ratusan juta dollar.

 

“Jika kita berhitung angka kasar dari kerugian gagalnya Piala Dunia U-20 ini diperkirakan bisa kehilangan potensi pemasukan mencapai 200 juta dollar lebih, bahkan mungkin bisa menyentuh angka 500 juta dollar,” kata Taufan kepada detikTravel, Kamis (30/3/2023).

 

Taufan pun menjelaskan, para wisatawan mancanegara biasanya akan menonton langsung pertandingan tim dari negaranya. Biasanya lama length of stay mereka bisa sampai 7 hari, atau bahkan lebih, tergantung hingga sejauh mana tim mereka mampu melaju. Jika ada sekitar 50.000 wisman, tinggal dikalikan saja berapa potensi kerugiannya.

 

“Mereka rata-rata menginap bisa sampai di atas 1 minggu, atau bahkan mungkin 14 hari, karena mereka mengikuti pertandingan-pertandingan dari tim-tim negara mereka. Kalau 14 hari, berarti dengan jumlah ribuan kamar yang tidak jadi dibooking, dengan length of stay sepanjang itu, bisa dihitung kan berapa potensi kerugiannya,” jelas Taufan.

Itu baru dari segi hotel, belum lagi potensi kerugian dari sisi branding Indonesia di mata dunia dan juga potensi investasi yang mungkin akan masuk setelah pagelaran Piala Dunia U-20 sukses dihelat.

 

“Ini belum termasuk kerugian dari sisi branding, juga kerugian dari sisi potensi investasi yang akan masuk. Angkanya tentu bisa menembus di angka Rp 10-15 Triliun lebih, potensi kerugian dari gagalnya kegiatan Piala Dunia U-20 ini,” imbuh Taufan dengan serius.

 

Potensi kerugian juga akan dirasakan oleh daerah-daerah yang ditunjuk menjadi venue Piala Dunia U-20. Mereka akan kehilangan pendapatan dan pergerakan ekonomi yang cukup ignifikan dengan batalnya event FIFA ini.

 

“Jangan lupa juga, Piala Dunia u-20 ini diselenggarakan juga di daerah-daerah. Tentunya ketika batalnya kegiatan ini akan berdampak pada kehilangan potensi pendapatan daerah yang tadinya akan diraih oleh masing-masing daerah yang jadi venue pertandingan,” ucapnya.

 

“Kita juga akan kehilangan potensi dari pergerakan ekonomi, yang disebabkan oleh hilangnya potensi penonton yang bisa mencapai 1,2 juta lebih selama pagelaran itu berlangsung. Itu berkaca dari perhelatan Piala Dunia U-20 di Kolombia tahun 2011 yang memecahkan rekor penonton terbanyak mencapai 1,29 juta orang,” tutup pria berkacamata itu. (Dtc).

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *