BBSNews.id – Tarutung – Bupati Tapanuli Utara Drs Nikson Nababan M.Si konsisten memprioritaskan pembangunan infrastruktur hingga masa akhir jabatannya tahun 2024.
Selain infrastruktur, pembangunan pertanian dan ketahanan pangan juga memprioritaskan penguatan ketahanan pangan melalui revitalisasi dan pengembangan sektor pertanian didukung oleh sektor industri, perdagangan dan jasa. Selanjutnya akan dilaksanakan pengembangan komoditi dan produk unggulan daerah
Hal itu terungkap pada pembukaan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2024 yang mengangkat tema “Konsolidasi dan Sinergitas Perencanaan Pembangunan Kabupaten Tapanuli Utara”, di Sopo Partungkoan Tarutung, Kamis (2/2/2023)
Forum Konsultasi Publik RKPD tersebut dibuka oleh Bupati Nikson Nababan didampingi Forkopimda dan Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara Drs Indra Sahat Simaremare M.Si dihadiri Kepala Bappeda Taput Luhut Aritonang, para asisten, para kepala OPD di lingkungan Pemkab Taput, Camat se Kabupaten Tapanuli Utara, Perwakilan BUMD, BUMN dan Perusda, Akademisi, tokoh masyarakat, adat, pemuda dan tokoh agama.
Bupati Taput menyampaikan konsultasi publik merupakan forum untuk menjaring masukan dan saran dari berbagai pihak dalam rangka penyempurnaan rancangan awal RKPD.”Arah kebijakan pembangunan kita tahun 2024 adalah memantapkan dan mengkonsolidasikan capaian pembangunan yang telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya, dengan terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan melalui upaya-upaya yang dilakukan pemerintah daerah,” sebutnya.
Diingatkan, bahwa Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perindustrian perlu melakukan inovasi bagaimana meningkatkan daya saing dan strategi pemasaran hasil pertanian serta nilai tambah produk unggulan Taput. Untuk itu perlu dibina kemitraan dengan dunia usaha sehingga pemasaran komoditi dan produk unggulan daerah dapat meningkat.
Sedangkan untuk kemandirian desa perlu dilakukan peningkatan kapasitas pemerintahan desa. Karena salah satu terobosan yang strategis dalam mewujudkan kemandirian desa adalah melalui pemberdayaan masyarakat serta pembentukan Badan Usaha Milik Desa, baik yang bersifat individu maupun Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDes).
“Untuk itu diperlukan perencanaan penggunaan anggaran yang bersinergi baik dari dana desa, ADD, APBD maupun dari sumber lainnya yang sah,” tegasnya.
Nikson Nababan juga mengingatkan bahwa tahun 2024 telah memasuki tahap akhir pelaksanaan periode RPJMD 2019-2024 dan RPJPD 2005-2025. Maka dibutuhkan keseriusan semua pihak untuk pencapaian target yang telah ditetapkan. Karenanya penggunaan anggaran dan perencanaan kegiatan harus difokuskan kepada pencapaian program/kegiatan yang belum tercapai dengan optimal serta mempertimbangkan efektivitas dan efisiensi anggaran yang tersedia.
Dalam kesempahan itu, ia mengajak seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat bersinergi sesuai peran dan kapasitas masing-masing untuk mencapai target pembangunan di Kabupaten Tapanuli Utara.
“RKPD 2024 menjadi ajang bagi para pengguna anggaran untuk benar -benar merencanakan kegiatan yang berorientasi kepada pencapaian target indikator pembangunan di seluruh sector. Keberhasilah pembangunan Kabupaten Tapanuli Utara dapat terwujud apabila kita bersama-sama bersinergi mencapai target terbaik guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan yang lebih baik,” pungkasnya. (Posma)
















