Daerah  

Aksi Unjukrasa Ribuan Warga Korban Banjir Bandang Ricuh

SALING DORONG: Aksi saling dorong antara Pengunjukrasa dan Aparat Keamanan warnai unjukrasa warga Desa Sekoci Kecamatan Besitang kabupaten Langkat Provinsi Simatera Utara menuntut bantuan terdampak banjir di kantor Bupati Langkat, Senin (20/4/2026).(Foto dok/ Ist).
banner 120x600
banner 468x60

BBSNews.id – Langkat- Aksi unjukrasa ribuan warga Desa Sekoci Kecamatan Besitang kabupaten Langkat Provinsi Simatera Utara menuntut bantuan terdampak banjir di kantor Bupati Langkat  Stabat berakhir ricuh, Senin (20/4/2026).

Pasalnya masyarakat dari Teluk Aru mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Penjemput Keadilan ingin bertemu dengan Bupati Langkat untuk memperoleh kepastian akan nasib terhadap bantuan yang mereka perjuangan selama 4 bulan lebih.

banner 325x300

Sehingga massa mencoba masuk dengan menerobos masuk ke kantor Bupati sehingga terjadi aksi saling dorong antara pengunjukrasa dan aparat keamanan dengan cara mendorong pagar gerbang uatama kantor Bupati yang dikawal petugas hingga roboh.

Dalam orasinya, warga menjadi korban banjir bandang pada 26 November 2025 lalu tetap bersikukuh agar mereka memperoleh bantuan kompensasi terdampak banjir seperti warga lainnya berupa bantuan Jaminan hidup, Perabotan dan Stimulan ekonomi dari pemerintah pusat.

SALING DORONG: Aksi saling dorong antara Pengunjukrasa dan Aparat Keamanan warnai unjukrasa warga Desa Sekoci Kecamatan Besitang kabupaten Langkat Provinsi Simatera Utara menuntut bantuan terdampak banjir di kantor Bupati Langkat, Senin (20/4/2026).(Foto dok/ Ist).Unjukrasa DPRD

Sebelumnya dua ribuan warga dari Kecamatan Besitang, Brandan Barat, Sei Lepan ,Babalan dan Gebang lebih dahulu melakukan unjukrasa di DPRD Langkat, memohon keadilan atas kompensasi korban banjir bandang berupa kerusakan perabotan dan lahan pertanian.

Sejumlkah perwakiklan pengunjukrasa akhirnya diminta bertemu dengan DPRD Langkat dan dalam pertemuan itu warga dari perwakilan kecamatan menyampaikan aspirasi mereka dan mengakui bahwa warga kecewa karena mereka tidak terdata sebagai penerima bantuan padahal , sebahagian warga penerima bantuan juga hampir mengalami kerusakan yang sama

Namun dalam pertemuan dipimpin Wakil Ketua DPRD Langkat Romelta Ginting dan anggota DPRD antara lain Dony Setha, memaparkan kriteria penerima bantuan dan kewenangan Tim Teknisserta siap membantu warga korban banjir yang belum terakomodir. Namun mendapat penjelasan tersebut perwakilan warga tidak puas karena alasan untuk mendata ulang korban banjir telah mereka kerjakan  namun tidak juga terealisasi.

Tidak puas dengan pertemuan tersebut perwakilan pengunjukrasa akhirnya memilih membubarkan diri dan ingin langsung bertemu dengan Bupati Langkat, untuk memperoleh kepastian. Walaupun  Wakil Ketua DPRD Romelta juga menginformasikan bahwa Bupati sedang tugas ke Jakarta dan meminta warga menunda kunjungan tersebut, namun perwakilan warga itu tetap ingin langsung bertemu Bupati. (BB-2).

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *