BBSNews.id – Medan – Keluarga besar Pomparan Raja Simananti Butarbutar dan Boruna (Parasibona) Medan Binjai dan Deliserdang (Mebidang) mengadakan seminar kesehatan menyangkut penyakit stroke dan saraf terjepit di kediaman Ketum Parasibona, Kel.Hendrik Butarbutar/Br Sitorus (Op.Serevina) Jalan Air Bersih Ujung Blok VI No 5 Medan.
Seminar kesehatan yang bertajuk ” Mengenal Ciri dan Gejala Stroke serta Tindakan Dini Mengatasi Saraf Kejepit” dengan pembicara dr.Goldfried Sianturi Sp.S dan Ftr.Redi T Siahaan S.Ft, M.Kes, C.OMPT dengan moderator dr.Marolop Butarbutar.
Dr.Goldfried Sianturi Sp.S mengatakan bahwa sesuai hasil survey yang dilakukan bahwa stroke menjadi penyebab ketiga terbesar penyebab kematian di dunia, setelah jantung dan kanker. Oleh karenanya perlu diketahui gejala dini stroke seperti kesemutan separuh badan, kadang-kadang penglihatannya gelap, tiba-tiba seperti pikun, bicara tidak.jelas, keliru masuk kamar, tulisannya tidak karuan dan berjalan sandalnya bisa terlepas.
“Seseorang yang terkena serangan stroke bisa dilihat dari wajahnya (face)sudah berubah seperti miring, lengannya (arms) sulit diangkat, bicaranya (speach) pelo. Jika terjadi serangan stroke seperti ini harus segera dibawa ke rumah sakit agar bisa cepat ditangani dokter dan sebaiknya tidak lebih dari 4,5 jam sejak serangan stoke terjadi “ujar alumni kedokteran USU Medan ini.
Ditambahkannya “Banyak faktor resiko stroke yang menyebabkan sulitnya penanganan jika terjadi serangan stroke seperti usia, gender wanita atau pria, family history, hipertensi, penyakit jantung, diabetes melitus (sakit gula), kelainan darah dan lain lain”.
Dr Goldfried Sianturi Sp.S yang pernah bertugas di rumah sakit di Kabupaten Samosir ini menyarankan supaya tetap.menjaga pola hidup yang baik dan sehat, hindari stress, berolah raga dan makanan yang dikonsumsi tidak perlu banyak tetapi harus berkualitas.
Pada sesi yang kedua tentang saraf terjepit dr .Goldfried Sianturi Sp.S mengatakan bahwa saraf terjepit atau Hernia Nucleus Pulposus (HNP) adalah suatu penyakit dimana bantalan lunak diantara ruas-ruas tulang belakang (soft gel disc atau Nucleus Pulposus) mengalami tekanan di salah satu bagian posterior atau lateral sehingga Nucleus Pulposus pecah dan luruh sehingga terjadi penonjolan melalui Anulus fibrosus ke dalam Kanalis Spinalis dan mengakibatkan penekanan rediks saraf.
Banyak faktor yang menyebabkan saraf terjepit seperti melakukan pekerjaan yang membungkuk, mengangkat beban berat dengan posisi yang salah, cedera fisik, penuaan (degenesasi), obesitas, radang sendi dll. Biasanya Saraf terjepit disertai dengan gejala seperti rasa nyeri yang tajam, kesemutan, otot terasa lemah, ujar alumni dokter spesialis saraf dari Undip Semarang ini.
PEMAPARAN : dr.Goldfried Sianturi Sp.S memaparkan gejala dini, penyebab dan pencegahan stroke dan saraf terjepit di seminar kesehatan dihadapan keluarga besar Pomparan Raja Simananti Butarbutar dohot Boruna Medan Binjai dan Deliserdang di Jln Air Bersih Ujung Blok VI No 5 Medan Sabtu (11/4).(Foto BBSNews.id /Arifin B).
Ditambahkannya, tindakan yang dapat dilakukan bagi orang yang terkena saraf terjepit yakni fisioterapy, pemberian obat dan operasi.
Pada sesi ketiga tampil pembicara Fisioterapy Redy T Siahaan, S.Ft, M.Kes, C.OMPT yang menjelaskan pentingnya terapy bagi orang yang terkena saraf terjepit. Sebaiknya jika terjadi saraf terjepit harus segera ditangani dokter dan fisioterapi yang ahli supaya tidak semakin membahayakan.
Seminar kesehatan yang dihadiri seratusan pengurus dan anggota Parasibona Mebidang mendapat respon yang sangat baik terlihat banyaknya pertanyaan yang disampaikan peserta seminar kepada pembicara seminar tersebut diantaranya Ny.Drs.WV Butarbutar Br Siringoringo, St. Drs Bonar Butarbutar, St.Tiopan Butarbutar, Ir.Jhonson Butarbutar MBA, Ny.Sirait Br Butarbutar dan lainnya.
Sebelum seminar kesehatan dibuka, diadakan ibadah singkat yang dipimpin Ny.Parapat St.Saida Butarbutar dengan protokol Drs Monang Butarbutar.
Ketua panitia seminar kesehatan Chika Sitorus SP, SE mengatakan bahwa kegiatan seminar ini merupakan program.kerja paniaran Parasibona Mebidang (Mom’s Parasibona) yang akan menurut rencana akan berlanjut dengan bentuk.kegiatan yang lain.
Tampak hadir pada seminar kesehatan tersebut diantaranya Ny.Hendrik Butarbutar Br Sitorus, NR.Butarbutar/Br Simbolon, Rindu Butarbutar/br Manurung, Ralin Butarbutar/Br Silaban, Arifin Butarbutar, Arison Butarbutar, Rohani Siahaan, Rohani Sitorus SPd, Ny.Kompol Agus Butarbutar Br Siburian, Ny.Hamonangan Butarbutar Br.Manurung, Ny.Dr Charles Butarbutar Br Sihombing, Intan Butarbutar, Rita br Napitupulu, Osdiman Butarbutar/Br Silaban dan lainnya. (AB).
















