Daerah  

Asosiasi Antropolog Sumut Akan Bentuk Forum Kemitraan Konservasi TNGL

Kordinasi: Pengda Sumut AAI melakukan koordinasi ke DPRD Kabupaten Langkat terkait pembentukan Forum Kemitraan Konservasi TNGL Langkat di ruang kerja Ketua DPRD Langkat di Stabat, Kamis (7/4/2022). (Foto Sekwan Lkt)
banner 120x600
banner 468x60

BBSNews.id – Langkat – Ketua Pengurus Daerah Sumatera Utara Asosiasi Antropologi Indonesia (Pengda Sumut – AAI Dr Zulkifli Lubis, MA  mengatakan pihaknya akan membentuk sebuah Forum Kemitraan Konservasi Taman Nasional Gunung Leuser Kabupaten Langkat. Keberadaannya akan bermanfaat untuk Kelompok Tani Hutan Konservasi (KTHK), masyarakat sekitar dan pemerintah daerah.

“Saat ini tercatat ada 26 KTHK di Kabupaten Langkat lingkup kawasan Pengelolaan Taman Nasional III Stabat,” sebut Pengda Sumut – AAI Dr Zulkifli Lubis, MA  saat koordinasi Ketua DPRD Langkat Sribana Perangin Angin dengan Wakil Ketua DPRD  Ralin Sinulingga dan Antoni, Anggota DPRD Sandrak Herman Manurung dan Sukardi didampingi Sekretaris DPRD Langkat Basrah Pardomuan di ruang kerja Ketua DPRD Langkat di Stabat  Kamis (7/4/2022).

banner 325x300

 Kunjungan Asosiasi Antropolog itu dalam rangka koordinasi ke Pimpinan DPRD Kabupaten Langkat terkait pembentukan Forum Kemitraan Konservasi Taman Nasional Gunung Leuser Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara.

Dr Zulkifli Lubis, MA  dalam pertemuan itu menjelaskan bahwa, asosiasinya merupakan asosiasi nasional yang berdiri sejak 12 Maret 1983 yang memiliki visi menjadikan profesi antropologi bermanfaat bagi penciptaan tatanan sosial dan budaya yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Untuk itu sebur  Zulkifli,dalam waktu dekat Pengda Sumut,AAI  akan mengadakan forum grup diskusi (FGD) di Hotel Grand Stabat dengan mengundang pemangku kepentingan seperti pemerintahan daerah, DPRD, BB-TNGL, CSO, NGO, KTHK dan pihak swasta lainnya.

Anggota DPRD Langkat Sukardi menimpali apa yang disampaikan Ketua AAI, ia menyakinkan bahwa program kemitraan konservasi sangat begitu dirasakan warga didaerah tempat tinggalnya yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

“22 tahun dirinya dan warga pengungsi aceh lainnya tinggal di kawasan TNGL dan saat ini telah diperhatikan pemerintah daerah dengan telah dipasangnya jaringan listrik PLN dan adanya program kemitraan konservasi,” ungkap Sukardi.

Usai mendengarkan penjelasan keberadaan dan fungsi AAI, Pimpinan DPRD Langkat mendukung sepenuhnya Forum Kemitraan Konservasi TNGL Kabupaten Langkat terbentuk.

Ralin Sinulingga mengungkapkan bahwa hal yang sama telah mereka perjuangkan terbangunnya jalan penghubung dari Kabupaten Langkat menuju ke Kabupaten Karo melalui kawasan TNGL.

Sedangkan Ketua DPRD Langkat Sribana Perangin Angin juga memberikan dukungan sepenuhnya. “Kalau yang terbaik untuk rakyat dan untuk membangunan ekonomi rakyat pastilah kami dukung,” ujarnya.

Terkait  rencana Asosiasi Antropologi Indonesia yang akan mengadakan FGD, Sribana juga menyambut baik terlaksanana FGD dan undangan FGD dapat disampaikan ke DPRD Langkat,      “Semoga FGD menghasilkan rekomendasi yang terbaik untuk masyarakat Kabupaten Langkat,” tutup Sribana. (BB -03).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *